Arus Mudik dan Balik 2019 Diprediksi Capai 2 Juta Kendaraan

SERANG, (KB).- Sebanyak 2 juta kendaraan diprediksi akan melintasi Pelabuhan Merak selama periode arus mudik dan arus balik pada H-7 hingga H+7 lebaran 2019. Puncak arus mudik diprediksi mulai H-5 lebaran.

Secara terpisah, Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti Krist Ade Sudiyono memprediksi, puncak arus mudik 2019 akan terjadi pada H-5 lebaran terutama yang mengarah ke Pelabuhan Merak. Pada hari itu kendaraan yang melintas bisa sampai 173.900.

“Total arus kendaraan periode H-7 hingga H+7 lebaran yang melintas sebanyak 2 juta lebih, dengan puncak arus mudik pada H-5 atau hari Jumat (31/5/3019) dan H-3 hari Ahad (2/6/2019),” kata Sakti, Jumat (17/5/2019).

Peningkatan jumlah kendaraan pada arus mudik, merupakan dampak mahalnya harga tiket pesawat. “Sekarang kan sudah tersambung dari Bakauheni bisa langsing masuk tol lintas Sumatera dan juga sudah tersambungnya tol trans Jawa jadi ada peningkatan volume (kendaraan). Ditambah dengan harga tiket pesawat yang masih mahal,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan, pihaknya bersama Dishub Banten akan melakukan pengaturan lalu lintas. Jika ada antrean di Gerbang Tol Merak, kendaraan akan dialihkan keluar gerbang tol Cilegon Barat atau Cilegon Timur. ”Dan akan menerapkan one way menuju pelabuhan jika masih terjadi kepadatan,” ucapnya.

Lebih padat

Dinas Perhubungan (Dishub) Banten memprediksi arus balik Lebaran 1440 H akan lebih padat dibanding arus mudik. Sebab, rentang waktu libur setelah lebaran lebih sedikit dibanding sebelum lebaran. Sehingga arus balik bisa menumpuk pada hari akhir libur lebaran.

”Tanggal 30 (Mei 2019) libur, kalau tanggal 31 (Mei 2019) udah libur, kan otomatis ada waktu seminggu ke lebaran. Baliknya yang berat, cuma H+3 dari lebaran,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Banten Tri Nurtopo saat ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (17/5/2019).

Ada beberapa upaya untuk mengurai kemacetan tidak terlalu parah, baik pada arus mudik maupun arus balik. Pertama, melarang truk masuk ke tol guna mengurangi kemacetan. Larangan ini diperkirakan berlaku sebelum dan sesuai lebaran. Pada waktu sebelum lebaran berlaku pada 29, 30, 31, Mei 2019. Sedangkan sesuai berlaku pada 8,9,10 Juni 2019.

”(Larangan ke luar dari) pusat, kalau larangan seluruh Indonesia. Kalau di Banten ini hanya tol dan jalan arteri ujung tol arah Merak, lainnya engga ada. (Larangan tidak berlaku untuk truk) sembako, BBM. (Bagi pelanggaran) dilakukan penindakan, dipinggirkan kemudian ditilang,” katanya.

Kedua, menerjunkan petugas ke setiap pasar tumpah yang ada di Banten. Menurut catatannya, di Banten sendiri ada kurang lebih 50 pasar tumpah. ”Jalur paling krodit dari Serang-Pandeglang, Baros,” ujarnya.

Selain menerjunkan petugas, pihaknya memasang 10 CCTV (Closed circuit television) sejumlah titik rawan kemacetan, seperti di tol, Pelabuhan Merak dan juga di jalur selatan. “Tahun ini poskonya di Dermaga VI Pelabuhan Merak. Selain Dishub, nanti juga gabungan sama yang lain juga masang bareng-bareng,” tuturnya.

Pemasangan CCTV tersebut untuk memudahkan petugas baik dari Dishub maupun kepolisian dalam upaya penanganan dan tindakan jika terjadi sesuatu hal seperti kemacetan, kecelakaan ataupun gangguan keamanan di lokasi-lokasi jalur mudik. “Tidak hanya dishub, kan polisi juga masang. Jadi kita monitor bareng-bareng,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here