Arus Mudik 2019, Pelabuhan Merak Pakai Sistem Ganjil Genap

CILEGON, (KB).- Pada arus mudik 2019, penyeberangan Pelabuhan Merak Banten – Pelabuhan Bakauheni Lampung, dikabarkan akan menggunakan sistem ganjil – genap. Dimana kendaraan berplat nomor terakhir ganjil hanya diperbolehkan melintas mulai 12.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB, sementara kendaraan berplat nomor genap mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Sistem ini akan digunakan untuk mengantisipasi kemacetan pada arus mudik nanti. Mengingat prediksi peningkatan jumlah penumpang kapal penumpang nanti sebanyak 15 persen, sementara fasilitas pelabuhan belum meningkat banyak.

“Fasilitas pelabuhannya kan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Jadi harus ada upaya guna mengantisipasi lonjakan penumpang,” kata Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol Budi Setiyadi, saat ditemui di Pelabuhan Merak, akhir pekan lalu.

Menurut Budi, sistem ini akan melengkapi pola penyeberangan yang telah diterapkan selama arus lebaran beberapa tahun terakhir. Seperti diskon tiket untuk pemudik siang hari, serta pembelian tiket di sejumlah rest area. “Untuk pemudik siang hari, nanti ada diskon tiket. Sementara pemudik malam hari, harga tiket akan dinaikkan,” ujarnya.

Aturan tersebut, kata Budi, dilakukan untuk mendorong perubahan kebiasaan pemudik melakukan perjalanan di malam hari. Harapan dari sistem ini, mengurangi penumpukan penumpang di waktu yang sama.

“Kalau kelompok pemudik terbagi dua, kami yakin tidak akan ada penumpukan kendaraan. Biasanya kan kemacetan panjang terjadi karena pemudik melakukan perjalanan di waktu yang sama, yaitu malam hari,” tuturnya.

Meski begitu, kata dia, hal tersebut masih berupa wacana. Pihaknya tengah membahas opsi-opsi pola penyeberangan pada arus lebaran nanti. “Ini masih di bahas di Kemenhub dan stakeholder lain. Sekarang kami kumpulkan dulu persoalan-persoalan yang biasa muncul, kemudian kami rapatkan agar muncul sejumlah kebijakan,” ujarnya.

Senada dikatakan Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry M Yusuf Hadi. Katanya, ada terobosan lain yang tengah disiapkan pihaknya demi kelancaran arus mudik. “Kami juga tengah bahas penggunaan KTP untuk membeli tiket. Jadi yang beli tiket di pelabuhan, tinggal tap KTP maka langsung masuk ke sistem,” katanya.

Jika ini diterapkan, maka pihaknya harus bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Jasa Marga. Ini untuk pengintegrasian data penduduk untuk kepentingan pembelian tiket kapal penumpang. Belinya secara online, pembuktiannya menggunakan tiket. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here