Sabtu, 20 Oktober 2018

Arus Mudik 2018, Kenaikan Tarif Angkutan Umum Dibatasi 30 Persen

SERANG, (KB).- Kementerian perhubungan (Kemenhub) menetapkan kenaikan tarif angkutan umum hanya sampai 30 persen saja. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kemenhub tahun 2016 tentang batas kenaikan tarif angkutan umum. Hal tersebut diungkapkan Kepala Terminal Pakupatan, Roni Yurani. Sesuai dengan hasil rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, menetapkan kenaikan tarif hanya sampai 30 persen dan tidak boleh di atas itu.

“Kami batasi hanya sampai 30 persen saja. Tapi memang sekarang sudah ada yang menaikkan lebih dari itu,” kata Roni kepada Kabar Banten, Selasa (5/6/2018). Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengawasan ke agen maupun penumpang bus yang akan melakukan mudik lebaran tentang tarif yang diminta. Jika didapatkan masih ada yang menaikkan harga di atas 30 persen maka akan diberikan sanksi. “Sanksinya dari yang ringan sampai berat yaitu dibekukan izinnya,” ucapnya.

Namun, dia mengaku, batas kenaikan angkutan umum tersebut hanya berlaku untuk kelas regular saja. Sementara untuk eksekutif pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pasar. “Eksekutif sekarang sudah naik sekitaran Rp 10.000 sampai Rp 20.000 ongkosnya,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, untuk menghindari adanya calo kepada penumpang, pihaknya akan memberlakukan tiket pada setiap penumpang. Tiket didapatkan dengan memesan via online. Sehingga penumpang dapat membeli tiket tersebut secara online.”Terminal Pakupatan ini kan sudah menyediakan tiket online, jadi sudah ada ketentuan harga dari perusahaannya,” tuturnya.

Selain itu, dia mengatakan, penumpang pun dapat membeli tiket di agen resmi yang sudah tercatat oleh Kemenhub. Terdapat 50 agen resmi yang tercatat di Kota Serang untuk pembelian tiket. “Kalau penumpang merasa masih dirugikan, bisa langsung mengadu kepada kami. Kan nanti kami buat posko pengaduan,” kata Roni.

Sementara saat melakukan pantauan, terdapat tarif yang berbeda antara satu penumpang dengan penumpang lainnya. Salah seorang pemudik, Yayu, dimintai ongkos Rp 110.000/orang untuk menuju Cirebon. “Saya berangkat bareng suami dan anak. Satu orangnya diminta Rp 110.000,” ujarnya. Sementara pemudik lain, ada yang hanya diminta Rp 90.000 dengan tujuan yang sama. “Tadi saya ngasih itu Rp 90.000, soalnya udah biasa pulang pergi Banten-Cirebon,” tuturnya. (TM)*


Sekilas Info

Langkah Alternatif Penguatan Modal, Dewan Dorong Kab/Kota Simpan Uang di Bank Banten

SERANG, (KB).- DPRD Provinsi Banten mendorong kabupaten/kota menyimpan uang di Bank Banten. Upaya tersebut, kata dia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *