Kamis, 21 Februari 2019

Arus Mudik 2018: DPR Desak Waktu Bongkar Muat di Pelabuhan Merak Lebih Dipercepat

CILEGON, (KB).- Komisi V DPR mendesak agar PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mempercepat waktu bongkar muat penumpang dan kendaraan dari 60 menit menjadi 45 menit. Ini untuk mencegah kemacetan kendaraan dan penumpukan penumpang di setiap dermaga di Pelabuhan Merak.

Hal ini disampaikan ketika rombongan Komisi V DPR melakukan pantauan kesiapan arus mudik lebaran di Pelabuhan Merak, Kamis (7/6/2018). Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Sigit Sosiantomo mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian pihaknya terkait proses bongkar muat kapal.

“Kami lihat 60 menit itu masih terlalu lama. Kami minta saat arus mudik bisa jadi 45 menit, supaya antrean kendaraan tidak terlalu panjang,” kata Sigit saat meninjau Pelabuhan Merak, Kamis (7/6/2018).

Sigit mengatakan, dalam percepatan proses bongkar muat kapal, ia meminta kepada petugas yang mengatur alur bongkar muat kapal lebih sigap dalam mengatur bongkar muat kapal. Pasalnya, secara infrastruktur Pelabuhan Merak memang diakuinya sudah siap menghadapi mudik.

“Sudah ada enam pasang dermaga, jumlah kapal yang mencapai 63 yang siap layar juga sudah lebih dari cukup, hanya saja proses pelayanan yang perlu dipercepat lagi,” katanya.

Jika proses bongkar muat kapal sudah 45 menit, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meyakni antrean tidak akan sampai luar area Pelabuhan Merak. Penambahan loket tiket yang sudah disediakan, dianggap sudah mencukup untuk pelayanan arus mudik.

“Antisipasi kepdatan di pelabuhan ya dengan mempercepat proses bongkar muat tadi,” tuturnya.

Sigit menerangkan, dalam arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, penumpang yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak diprediksi mencapai 4,2 juta orang. Sementara pada puncak arus mudik bisa sampai 39 ribu kendaraan. “Ini harus siap diantisipasi dengan memperbanyak SDM,” jelasnya.

Sementara itu, ia mengapresiasi tidak dinaikannya tarif kapal pada arus lebaran kali ini. Tarif kapal yang tetap normal akan menjadi contoh bagi tarif penerbangan.

“Ini akan kami sampaikan ke Kemenhub (Kementrian Perhubungan) kalau tarif pesawat bisa seperti kapal tidak usah naik saat Lebaran. Kapal juga sama kaya bus kaya pesawat berangkat penumpang penuh, pulangnya kosong,” katanya.

Sementara itu, Manajer Usaha Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Rudi Mahmudi mengatakan, pembangunan dermaga eksekutif di Dermaga VI dan Dermaha VII Pelabuhan Merak akan segera dihentikan 9 Juni 2018 dan akan dilanjutkan lagi 25 Juni 2018. Proyek tersebut, dihentikan lantaran dermaga 6 juga akan digunakan untuk pelayanan arus mudik Lebaran 2018.

“Dermaga 6 akan digunakan untuk pemudik sepeda motor, jika tidak muat, maka sepeda motor juga akan digiring juga ke Dermaga 1, 2, 3, dan 4,” kata Rudi.

Menurut Rudi, saat ini pihaknya juga sedang fokus untuk pelayanan arus mudik 2018. Puncak arus mudik diprediksi ada dua kali, yaitu H-6 dan H-3 Lebaran. “Puncak mudiknya dua kali, karena liburnya cukup panjang dan tidak bersamaan jadi puncak arus mudik bisa terpecah pada Sabtu (9/6/2018) dan Selasa  (12/6/2018),” kata Rudi.

Ia menjelaskan, arus mudik di Pelabuhan Merak tahun ini, diprediksi akan mengalami peningkatan dibanding arus mudik tahun lalu. Peningkatan sendiri sekitar 10 sampai 11 persen.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan pelayanan mudik, seperti kepolisian, KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), BPTD (Balai Pengelola Tansportasi Darat), dan Pemda,” jelasnya.

Pelayanan arus mudik, kata Rudi juga disiapkan loket tambahan. Loket penumpang yang tadinya lima unit menjadi 31 unit, loket sepeda motor yang tadinya dua unit menjadi 32 unit, loket mobil yang tadinya delapan unit menjadi 17 unit.

“Sementara untuk kapal di Merak ada 69 dan yang siap operasi 63. sementara, dalam puncak, bisa dioperasikan 36 kapal dalam waktu bersamaan dengan enam pasang dermaga,” ungkapnya. (AH)*


Sekilas Info

Tak Kunjung Mendapat Ganti Rugi, Warga Cikuasa Ancam Golput

CILEGON, (KB).- Warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Keramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, ancam mengambil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *