Arus Libur Natal dan Tahun Baru Pelabuhan Merak, 155.314 Penumpang ’Nyeberang’ ke Sumatera

Sejumlah penumpang pejalan kaki memadati gangway Pelabuhan Merak, Ahad (22/12/2019).*

CILEGON, (KB).- Arus libur Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020 di Pelabuhan Merak cukup padat. Dibandingkan 2018, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni meningkat pada tahun ini.

Sebanyak 155.314 orang menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, sejak Kamis (19/12/2019) hingga Sabtu (21/12/2019). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari yang sama di 2018, yakni 116.553 orang.

Data yang dihimpun dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, dari 155.314 orang yang menyeberang, 18.533 pejalan kaki dan 136.781 penumpang kendaraan.

Sementara untuk kendaraan bermotor yang telah menyeberang sebanyak 32.277 kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat atau lebih.

Pantauan Kabar Banten, antrean kendaraan di Pelabuhan Merak terlihat pada mulai Jumat (20/12/2019) malam. Meski kantong parkir pelabuhan penuh, antrean tidak sampai ke jalan raya.

Begitu juga dengan penumpang pejalan kaki yang terlihat ramai namun masih kondusif. Pada Ahad (22/12/2019) siang, penumpang pejalan kaki juga terlihat masih padat, namun kendaraan terlihat lengang.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin mengatakan, meningkatnya jumlah penumpang di Pelabuhan Merak dibandingkan 2018 disebabkan beberapa hal. Salah satunya kondisi perairan Selat Sunda yang lebih bersahabat, tidak seperti tahun lalu yang dilanda bencana tsunami.

“Tahun lalu ada bencana tsunami di Selat Sunda, sementara akhir tahun ini terbilang aman dari bencana yang sama. Faktor lain adalah telah beroperasinya Tol Trans Sumatera mulai Lampung hingga Palembang. Pemudik jadi lebih memilih jalur darat karena jarak tempuhnya juga semakin singkat,” katanya saat ditemui di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.

Meskipun terjadi kepadatan penumpang selama beberapa hari terakhir, antrean tidak terlalu parah. Menurut Solikin, ini karena pihaknya mengoperasikan enam dari tujuh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

“Loket untuk pelayanan tiket penumpang juga kami tambah. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Polres Cilegon, Polda Banten, dan lainnya,” ujarnya.

Solikin menuturkan, dari total pengguna layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak, hanya sekitar 10 persen yang memanfaatkan dermaga eksekutif. Lainnya, menggunakan dermaga biasa.

“Pengguna dermaga eksekutif tidak jauh dari 10 persennya dari total penyeberang. Keramaian ini kami prediksi masih akan terjadi hingga 24 Desember 2019. Sementara untuk arus baliknya kami prediksi pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020. Kalau arus balik di Merak hanya dilalui saja, antrean biasanya di Bakauheni,” tuturnya.

Kepala Terminal Terpadu Merak (TTM) Kota Cilegon Alam Suryawijaya mengatakan, penumpang bus di terminal juga terlihat mengalami kenaikan sejak Jumat (20/12/2019) lalu. Di hari biasa, hanya sekitar 300 orang yang melalui TTM.

“Namun, pada Jumat kemarin itu sekitar 2.000 orang dalam sehari, itu baik yang tiba maupun yang akan berangkat. Kalau yang tiba itu dari sekitar Jabodetabek mau ke Sumatera melanjutkan melalui Pelabuhan Merak, sementara yang berangkat itu dari Sumatera menuju turun dari kapal terus ke TTM naik bus ke sekitar Jabodetabek, tapi kalau data kemarin itu lebih ramai yang menuju Jabodetabek ketimbang yang ke Sumatera,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here