Arsip Sejarah Kabupaten Serang Belum Lengkap

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang terus melakukan penelusuran terhadap dokumen sejarah Kabupaten Serang. Hal itu dikarenakan, sampai saat ini dokumen sejarah tersebut masih belum lengkap dan menyeluruh.

Kepala DPAD Kabupaten Serang Hamdani mengatakan, sampai saat ini dokumen sejarah Kabupaten Serang memang masih belum terinventarisir seluruhnya. Bahkan beberapa dokumen sejarah tersebut hanya berupa foto. “Yang sudah itu Pamarayan, kalau Mercusuar sedang dicari,” ujarnya kepada Kabar Banten di kantornya, Kamis (18/1/2018).

Bahkan, kata dia, saat dilakukan pameran dalam acara festival bedolan pamarayan pun pihaknya mengaku kesulitan untuk mencari arsip sejarah tersebut. Namun dalam acara itu, beberapa berhasil juga ditampilkan. “Lebih banyak berupa foto-foto sih dokumennya,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk sejarah bendungan Pamarayan saja pihaknya baru memiliki dokumen berupa foto. Sedangkan bentuk narasi sejarahnya masih belum ada, sehingga ia juga tidak tahu persisnya seperti apa narasi sejarah tersebut. “Kalau untuk Tanara dan Banten lama itu sudah masuk (dokumennya),” katanya.

Padahal, kata dia, keberadaan arsip sejarah tersebut merupakan hal yang penting. Khususnya bagi anak-anak dimasa mendatang. Agar mereka bisa mengetahui perkembangan nenek moyangnya. “Penting biar tahu sejarah, jadi jangan tahu sudah bagusnya saja,” ucapnya.

Oleh karena itu, ujar Hamdani, saat ini pihaknya masih terus melakukan penelusuran secara terus menerus. Penelusuran dilakukan sampai pada orang yang mengetahui dan bisa menjadi sumber sejarah tersebut. “Masih banyak yang harus ditelusuri,” ujarnya.

Menurut dia, yang menjadi kendala dalam mengumpulkan dokumen sejarah tersebut karena sulitnya menemukan sumbernya. Bahkan penelusuran sudah dilakukan hingga ke Bandung dan juga arsip nasional.

Namun berdasarkan informasi yang didapatkannya, arsip sejarah tersebut tertata lengkap di Belanda yakni di Leiden. Namun untuk mengambil data tersebut dan mengcopynya perlu meminta izin terlebih dahulu. “Kalau mau ambil data kita harus tulis surat,” katanya.

Selama ini, kata dia, masyarakat juga banyak yang datang ke perpustakaan milik Kabupaten Serang untuk sekedar mencari informasi sejarah. Secara umum mereka yang datang berkepentingan untuk rujukan penelitian.  “Kalau yang datang mahasiswa kadang juga budayawan banyak yang kesini,” ujarnya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here