ARDEX 2018 Diikuti Ribuan Peserta

CILEGON, (KB).- ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) atau simulasi penanggulangan bencana tingkat Asia Tenggara dipastikan akan berjalan meriah. Mengingat acara yang akan berlangsung pada Senin hingga Sabtu (5-10/11/2018) tersebut, diikuti ribuan peserta.

Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Kapusdiklat) Penanggulangan Bencana (PB) BNPB, Agus Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut, akan melibatkan ribuan orang dari berbagai kalangan. Mulai dari kementerian lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, lembaga usaha, organisasi nonpemerintah, dan negara-negara ASEAN.

“Indonesia, khususnya Cilegon, akan mendapatkan ilmu baru dalam kegiatan ARDEX. Biasanya kami hanya melakukan simulasi penanganan bencana biasa, seperti gempa bumi dan tsunami. Nah, ARDEX kali ini akan menggelar simulasi penanganan bencana industri kimia. Indonesia belum punya ilmu itu. Beberapa negara ASEAN sudah memiliki teknologinya dan kami akan belajar nanti,” katanya kepada awak media, Selasa (30/10/2018).

Menurut dia, tingkat kerawanan bencana industri di Cilegon sangat besar, sehingga perlu pencegahan dan penanganan sedini mungkin. “Kalau terjadi bencana industri di salah satu pabrik, kami harus secepatnya bisa mengendalikan. Supaya tidak merembet ke pabrik-pabrik lain dan meluas. Untuk cara mengatasinya, nanti kami belajar bersama di ARDEX,” ujarnya.

ARDEX secara umum, tutur dia, bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi mekanisme dan interoperabilitas negara-negara ASEAN dalam penanganan darurat bencana.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menuturkan, Kota Cilegon sangat beruntung dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan ARDEX 2018. “Letak geografis dan perkembangan industri yang terus berkembang di Cilegon membuat potensi bencana akan semakin besar,” ucapnya.

Terutama potensi bencana industri kimia. Letak Cilegon yang dekat dengan laut dan gunung berapi aktif (Anak Gunung Krakatau) membuat kombinasi bencana bisa saja terjadi kapan pun di Cilegon. Ditambah lagi industri kimia yang semakin komplit potensi bencananya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here