Rabu, 26 September 2018

Aplikasi Laksa Kota Tangerang Terima 9.882 Pengaduan

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang sebagai pelayan publik tentunya ingin memberikan kinerja maksimal kepada masyarakat luas khususnya warga Kota Tangerang. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang perlu adanya evaluasi kinerja dari masyarakat setempat. Tak hanya itu, seiring berkembangnya teknologi, tentunya sangat memudahkan aktivitas masyarakat. Pemkot Tangerang memanfaatkan hal tersebut.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot menggenjot hal tersebut dengan Aplikasi Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (Laksa). Aplikasi tersebut sangat menebar manfaat bagi masyarakat Kota Tangerang yang ingin memberikan aduan, saran, dan kritiknya kepada pemkot, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan.

Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi Layanan Publik, Euis Nurlaila mengatakan, aplikasi Laksa yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Tangerang Live tersebut hadir sejak 2016 silam. Sejak didirikannya, hingga saat ini, terdapat 9.882 surat yang sudah masuk ke dalam kotak Laksa dan angkanya akan terus bertambah. “Jadi, total pengaduan yang masuk sekarang terus bertambah. Ini artinya masyarakat sangat memanfaatkan aplikasi Laksa sesuai kebutuhannya,” katanya saat ditemui di kantor, Selasa (23/1/2018).

Ia menjelaskan, di setiap aduan, saran maupun kritik masyarakat yang dikemas melalui aplikasi Laksa, akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh operator. Bahkan, saking cepatnya, sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) turun langsung menjadi operator untuk menanggapinya. “Pemkot Tangerang sudah punya tim lapangannya, namanya tim sigap. Itu juga untuk menindaklanjuti Laksa,” ujarnya.

Mekanisme surat yang masuk melalui aplikasi Laksa, ucap dia, selanjutnya diterima operator dan dilanjutkan kepada OPD terkait hingga merealisasikan berbagai keluhan para pemohon tersebut. “Ketika ada notifikasi Laksa, nanti isi suratnya akan dikelompokkan, bergantung pengaduan, contohnya ada aduan tentang pembangunan ya Dinas Pekerjaan Umum akan menindaklanjuti laporannya,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri menuturkan, penyediaan layanan berbasis teknologi informasi tersebut berkaitan dengan perwujudan Smart City di Kota Tangerang. Dengan adanya Smart City, kata dia, masyarakat menjadi lebih dimudahkan dalam segi pelayanan. (Dewi Agustini)***


Sekilas Info

Polres Tangsel: Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai aksi kejahatan penipuan. Tindak …

4 comments

  1. Dear Kota Tangerang Yg Kita Cintai

    Saya mau mengajukan pertanyaan masalah permohonan pembuatan IMB di Kecamatan2 Kota Tangerang
    Berapa lama proses pembuatannya (SOP) dari mulai mengajukan berkas sampai menerima hasil IMB,

    Dan biaya yang harus kami keluarkan berapa ?

    Demikian mohon balasannya.
    Terima kasih

    Eko P.

  2. Dear Pak Walikota yang kami Hormati

    kami ingin keluh kesah ke Bapak selaku pimpinan kami
    Sehubungan adanya peraturan untuk masuk SMK melalui ONline
    kami sudah beberapa kali coba login hasilnya gagal terus
    kamipun mengadukan hal tersebut ke Aplikasi PPDB dan PPDB pun tidak bisa memberikan jalan keluar
    kami disarankan untuk datang ke ADMIN Sekolah yang dituju
    Kami sudah berusaha beberapa kali datang sekolah SMKN 3 Tangerang sekolah yang dituju anak kami tetapi satpam penjaga sekolah dengan arogan tetap ,menyatakan tidak bisa menerima keluhan kami /tidak bisa memberikan jalan keluar bagi kami ,tetap dia menyarankan istri dan anak saya yang gaptek computer untuk datang ke warnet. yang mana warnet tersebut antrinya sampai keluar.
    kami sudah pasrah dengan keadaan seperti ini, orang tua murid tidak semuanya bisa menggunakan Computer
    karena pekerjaannya berbeda-beda
    dengan kejadian saya pun pasti banyak warga Bapak yang mengalaminya

    Hanya karena ketidak siapan system pemerintah daerah untuk penerimaan murid, kami orang kecil yang jadi korban.

    Demikian ungkapan perasaan kami selaku rakyat kecil yang bingung mau ngadu kemana dengan kondisi seperti ini.

    Semoga kedepannya Kota Tangerang lebih maju ,semoga Bapak bisa memberikan jalan keluar permasalahan ini

    Wasalam

  3. Selamat pagi pak gubernur wahidin halim dan pak walikota arief wismanysah dan bapak wakil walikota sachrudin saya ingin mengadukan pelayanan tata cara surat pengantar nikah saya di kenakan biaya 100rb dari rt dan 50rb dari kelurahan sudimara pinang yg pada hal semua layanan itu gratis dan tidak di pungut biaya apapun, saya tidak permasalahkan dengan nominal nya tapi yg saya sesalkan kenapa di persulit untuk membuat surat keterangan nikah jika tidak membayar biaya tersebut tidak akan di buatkan, lalu saya bayar saja biaya tersebut, setahu saya tidak biaya untuk pelayanan masyarkat di pihak yg terkait saya beralamat di komplek pinang indah jl. Berlian rt 2/01 kel. Sudimara pinang kec. Pinang kota tangerang mohon di tindak tegas pak kepada pihak yg terkait, terimakasih bapak gubernur dan bapak walikota wakil walikota tangerang

  4. Telah terjadi pungli d jalan Hos. Cokroaminoto, dilakukan oleh oknum pegawai Dishub, mengaku dr Dishub kota Tangerang, memakai kendaraan matic dengan nomor polisi B 3712 PAQ, berdalih uji kir, nyatanya malah meminta uang kepada pengemudi, tlng d tindak…karena sudah dua kali saya liat langsung kejadian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *