APBD Lebak 2019 Terserap 63,5 Persen

LEBAK, (KB).- Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Lebak Tahun Anggaran 2019 mencapai 63,5 persen dari anggaran Rp 2,8 triliun.

Demikian dikatakan Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan yang juga Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Lebak, Budi Santoso, Rabu (6/11/2019).

Budi Santoso mengatakan, Pemkab Lebak terus berupaya menyukseskan sejumlah program pembangunan, turut membuahkan hasil. Artinya, kondisi Lebak dengan anggaran Rp 2,8 triliun lebih memberikan dampak yang positif.

“Rata-rata realisasi penyerapan anggaran kita 63,5 persen dari APBD Rp 2,8 triliun. Total realisasi Rp 1.986.375.580.225,” kata Budi Santoso.

Meski demikian, untuk belanja tidak langsung (BTL) dari target Rp 1.590.641.160.554 terealisasi hingga 25 Oktober 2019 yaitu 75,36 persen atau Rp 1.198.704.367.157. Sedangkan untuk belanja langsung (BTL) dari target Rp 1.362.384.937.986 terealisasi 52,77 persen atau Rp 718.916.200.267.

”Walaupun demikian, dengan penyerapan rata-rata 39 persen, bukan berarti pembangunan di Lebak tidak menunjukkan perubahan melainkan kondisi sekarang Lebak lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, lambatnya pengadaan barang dan jasa menjadi faktor penyerapan anggaran BL tak mencapai 60 persen seperti pada tahun 2018 lalu. Budi menyebutkan, tidak ada pengerjaan fisik di bawah 50 persen. Biasanya, penyerapan ketika capaian fisik sudah 100 persen.

“Biasanya akhir November dan awal Desember, target di bulan November insya Allah progresnya naik,” tuturnya.

Pemkab Lebak yang terus berupaya menyukseskan program dalam meningkatkan kesejahteraan, di tahun 2020 saat ini sedang menggodok Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Lebak.

”Hasil yang disampaikan Bupati Lebak, untuk RAPBD Lebak tahun 2020 itu diangka Rp 2,25 triliun dan belum ditambah dengan Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Keuangan dari Provinsi Banten,” katanya.

Walaupun diperkirakan di tahun 2020 Pemkab Lebak mengalami defisit yang mencapai Rp 150 miliar, Budi menambahkan, bukan berarti Pemkab Lebak tinggal diam melainkan akan berusaha untuk menutupi kebutuhan tersebut.

”Saya kira untuk defisit tidak hanya di Lebak, di kabupaten lainnya di Provinsi Banten juga mengalami defisit,” ucapnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here