APBD Kota Serang 2020 Diproyeksi Defisit

SERANG, (KB).- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang Tahun 2020 diproyeksikan defisit sekitar Rp 51 miliar. Hal tersebut, tertuang dalam penyusunan RAPBD tahun 2020.

Diketahui, dalam dalam RAPBD tahun 2020 sesuai kebijakan umum APBD pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 1.075.846.344.141. Jumlah tersebut, berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 148.290.000.000, dana perimbangan sebesar Rp 753.699.421.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 132.334.760.301.

Sementara, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1.127.775.632.170, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 588.378.004.398 dan belanja langsung sebesar Rp 539.397.627.772.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, defisit pada APBD Kota Serang Tahun 2020 akan ditutupi dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumya.

“Adapun penerimaan pembiayaan digunakan untuk menutup defisit akibat kebutuhan fiskal daerah lebih besar daripada kemampuan fiskal daerah,” katanya dalam penjelasannya pada Rapat Paripurna tentang Penjelasan Wali Kota Serang atas Raperda APBD Tahun 2020 di DPRD Kota Serang, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wachyu B Kristiawan menuturkan, pada RAPBD saat ini masih besar belanja tidak langsung dibandingkan belanja langsung.

Hal tersebut, ujar dia, bukan berarti kebijakan anggaran tahun 2020 tidak condong terhadap kebutuhan rakyat. Tetapi, akibat belum menganggarkan dana alokasi khusus (DAK), bantuan operasional sekolah (BOS), dan bantuan provinsi (Banprov).

“Itu karena kami belum menganggarkan DAK, BOS, dan banprov yang semuanya itu sebenarnya di belanja langsung, kenapa belum dianggarkan, karena belum ada kepastian dari pusat,” ucapnya.

Terkait adanya defisit pada setiap APBD Murni Kota Serang, dia mengatakan, sebetulnya defisit tidak diwajibkan ada pada setiap penganggaran, tetapi jika defisit itu bisa ditutupi boleh dianggarkan. “Yang penting kami punya cadangan untuk menutupi defisitnya, dari silpa,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Serang Ratu Ria Maryana menuturkan, terkait adanya defisit pada setiap pembahasan APBD Kota Serang akan menjadi pembahasan ke depan.

“Mungkin ke depannya mudah-mudahan kami bisa menggali lagi potensi yang ada, agar bisa menambah APBD tersebut. Mudah-mudahan dewan yang sekarang bisa menggali lagi potensi tersebut,” kata politisi Golkar tersebut.

Potensi yang masih belum digali maksimal, ujar dia, di antaranya retribusi parkir dan hiburan yang hingga saat ini Perda Perizinan Usaha Kepariwisataan (PUK) masih belum selesai. “Bioskop termasuk hiburan, tapi tidak bisa kami ambil, rumah makan juga belum kami ambil,” ucapnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here