APBD Jadi Indikator Pertumbuhan, Syafrudin: Kota Serang Berkembang

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin mengklaim Kota Serang sudah banyak perubahan selama 12 tahun berdiri. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu, di antaranya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang sebagai indikator perkembangan pesat Ibu Kota Provinsi Banten tersebut.

Hal itu disampaikan Syafrudin pada Rapat Paripurna Istimewa Memperingati HUT ke-12 Kota Serang di DPRD Kota Serang, Sabtu (10/8/2019). Pada tahun 2007, kata dia, APBD Kota Serang hanya senilai Rp 10 miliar dan saat ini sudah mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2009 hanya Rp 17,9 miliar dan saat ini sudah mencapai Rp 161 miliar, belum termasuk dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). “Hal itu menunjukkan bahwa Kota Serang terus mengalami pertumbuhan dan berkembangan pesat, apabila kita lihat dari perjalanan kurun waktu 12 tahun terbentuknya Kota Serang,” katanya.

Selama dua tahun terakhir, kata dia, Kota Serang berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dan menyandang Kota Layak Anak (KLA) predikat pratama. “Selain itu, Pemerintah Kota Serang juga menggali inovasi-inovasi baru. Di antaranya adalah program perizinan online, pelayanan kegawatdaruratan Serang siaga 112, bale sandimaya,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Serang pertama Asmudji HW yang memberikan sambutan sebagai tokoh masyarakat, mengulas perjuangan pembentukan Kota Serang. Dalam kesempatan itu, Asmudji juga memberikan hadiah di hari jadi ke-12 Kota Serang berupa nilai-nilai yang diambil dari sejarah pembentukan Kota Serang.

Dari perjuangan pembentukan Kota Serang sebelum Provinsi Banten berdiri pada tahun 2000, kata dia, terdapat delapan nilai yang bisa dijadikan landasan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam melaksanakan sistem pemerintahan. Delapan nilai itu di antaranya optimistis, tanpa pamrih, ikhlas, kebersamaan, bekerja keras, tidak punya konflik kepentingan, bekerja cepat dan fokus serta berintegritas.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Kota Serang dimulai sejak sebelum Provinsi Banten berdiri. Namun setelah Provinsi Banten berdiri, perjuangan sempat surut. Namun kemudian, perjuangan itu kembali hidup dengan optimistis yang tinggi hingga akhirnya terbentuk Kota Serang.

Setelah Kota Serang terbentuk, para pejuang yang ikut terlibat dalam pembentukan sama sekali tidak meminta pamrih. Namun demi kepentingan masyarakat Kota Serang, mereka ikhlas. “Ini penting saya sampaikan, pejuang-pejuang dulu mendesak Kota Serang dibentuk apa mereka punya pamrih setelah Kota Serang terbentuk, tanpa pamrih. Makanya aneh kalau sekarang baru sedikit sudah minta pamrih,” ucap Asmudji.

Kemudian, nilai selanjutnya yaitu bekerja kebersamaan. Bagaimana pada masa perjuangan pembentukan Kota Serang, semua elemen bahu-membahu dalam sebuah kebersamaan. Sehingga, Kota Serang dapat berdiri melalui PP nomor 78 Tahun 2007. “Kemudian bekerja keras, saya dikasih waktu satu tahun tanpa dana, tanpa mobil dinas, kantor juga numpang tapi saya tekad saya harus bisa. Tidak kenal lembur tidak kenal tunjangan kinerja, kerja terus kita,” tuturnya.

Nilai selanjutnya yaitu tidak punya konflik kepentingan dan bekerja cepat dan fokus. Hal itu, kata dia, wajib diterapkan untuk mengejar pembangunan di Kota Serang yang selama 12 tahun sejak pembentukannya belum ada perubahan signifikan.

Harus kerja cepat

Terlebih, Gubernur Banten pernah berharap Kota Serang sebagai ibu kota bisa sejajar dengan ibu kota provinsi lain seperti Semarang dan Surabaya. “Kita ingin begitu ke luar pintu tol, ini Ibu Kota Banten Kota Serang, 12 tahun belum kelihatan. Oleh karena itu, Pak Wali dan Pak Wakil tidak ada pilihan lain, kerja cepat dan fokus,” tuturnya.

Nilai yang terakhir, ujar dia, yaitu berintegritas. Meskipun integritas susah diukur, namun semua aparatur di Kota Serang wajib memiliki integritas. Integritas sendiri yaitu jujur, bekerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, bisa bekerja satu tim dan semua pekerjaan ditujukan demi kepentingan bangsa dan negara. “Inilah delapan nilai yang saya hadiahkan untuk Kota Serang di ulang tahun yang ke-12,” ujarnya.

Menurutnya, kenapa semua aparatur wajib mengetahui sejarah pembentukan Kota Serang. Hal itu agar dalam bekerja semua aparatur pemerintahan sesuai dengan tujuan dan nilai perjuangan saat pembentukan Kota Serang.

“Saya ingin Kota Serang dibangun atas dasar pemahaman sejarah. Sebab, sejarah adalah rangkaian fakta-fakta tentang asal usul dari mana Kota Serang, sampai dimana, mau kemana Kota Serang ke depan. Kalau pemahaman ini tidak dipahami aparatur Kota Serang, saya khawatir tidak ketemu ruh tentang pembangunan Kota Serang itu ke depan,” tuturnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here