Apartemen Diminta Terapkan Pencegahan Virus Corona

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang meminta seluruh pengelola apartemen untuk menerapkan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kepala Bidang P2BP pada Dinas Perkim Kota Tangerang Nursiwan mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah apartemen di Kota Tangerang untuk memastikan penerapan pencegahan Covid-19.

“Dari beberapa apartemen yang kami cek, mereka sudah menerapkan tahapan-tahapan yang diminta pemerintah pusat maupun daerah,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Ia menyebutkan, apartemen harus menerapkan permintaan pemerintah ihwal pencegahan Covid-19.

Menurut dia, apartemen harus menyediakan cairan anti virus (hand sanitizer) dan areanya rutin disemprot disinfektan. Selain itu, menerapkan pengecekan suhu tubuh bagi penghuni dan menerapkan social distancing terutama di antrean lobi dan lif.

“Sehingga penghuni menjadi safe (aman),” tuturnya.

Meskipun telah memenuhi permintaan pemerintah, ujar dia, pengelola apartemen saat ini kesulitan mendapatkan cairan disinfektan dan alat pengukur suhu tubuh.

“Tapi, kami tetap mengimbau mereka selalu menyiapkan, walaupun sulit dan mereka harus upaya itu,” ucapnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang bersama Dinas Budaya dan Pariwisata (Budpar) melakukan monitoring terhadap tempat hiburan malam untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona di Kota Tangerang.

Lokasi tempat hiburan malam yang disambangi Satpol PP dan Dinas Budaya dan Pariwisata, di antaranya FM 3 Karaoke, Great Western Karaoke, FM 7 Karaoke, panti pijat, tempat spa, karaoke keluarga venus, karaoke keluarga, dan master piece.

Kepala Bidang Gakumda pada Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli menuturkan, monitoring tersebut dilakukan, untuk memastikan apakah para pengusaha tempat hiburan sudah menerima surat edaran dari Pemerintah Kota Tangerang terkait penyebaran virus corona.

“Pas kami datangi seluruh tempat hiburan sudah tutup semua sesuai dengan edaran yang diberlakukan, yakni tutup selama 14 hari (2 minggu),” tuturnya.

Tidak hanya melakukan monitoring saja, tetapi pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pengusaha atau pemilik tempat hiburan untuk menjaga kebersihan.

Salah satu pengelola yang enggan disebutkan namanya menerangkan, jika pihaknya harus mengikuti prosedur yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Selama dua minggu kami tutup sesuai dengan surat edaran yang diterima demi mengantisipasi penyebaran Covid-19,” katanya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here