Anyer Tsunami, MUI Imbau Umat Islam Solat Ghaib

SERANG, (KB).- Sejumlah ulama di Banten mengimbau umat Islam agar menggelar solat ghaib di masjid-masjid, musala-musala dan mendoakan para korban tsunami Anyer dan Lampung. Warga juga diimbau untuk membantu para korban yang tempat tinggalnya terkena dampak tsunami.

“Saya mengimbau umat Islam menggelar Solat Ghoib untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban tsunami. Saya juga mengimbau seluruh umat untuk bersatu-padu membangun kembali tempat tiggal yang tekena dampak tsunami,” kata Ketua Majelis Ulama Provinsi Banten (MUI) KH. Romly, Ahad (23/12/2018).

Romly berharap, warga yang tinggal di pesisir pantai Banten agar tetap tenang namun waspada. Perbanyak doa dan ibadah.

Hal serupa dikemukakan Ketua MUI Kota Serang KH. Mahmudi. Ia mengimbau warga agar mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. “Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Jangan tinggalkan solat lima waktu, dan terus berdoa,” katanya. KH. Mahmudi mengajak seluruh komponen di Banten untuk bersatu membantu korban.

Sementara Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Banten Prof Lili Romli mengatakan, pihaknya langsung membuka dompet peduli ICMI Musibah Pantai Anyer.

“ICMI Orwil Banten turut berduka cita yang mendalam. Semoga mereka yang terkena bencana tersebut mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan YME. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Bagi korban yang selamat, semoga diberi kekuatan dan kesabaran, dan segera pulih dan sehat kembali,” kata Prof Lili Romli.

Saat ini, kata Lili, ICMI Orwil Banten sedang menggalang donasi untuk dapat meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah. ICMI memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sigap dalam menangani bencana tersebut. “Pihak-pihak terkait juga langsung turun tangan untuk mengatasi bencana,” katanya.

Seperti diberitakan, BMKG menyebut tsunami di Pantai Anyer Banten dan Lampung mirip dengan Palu, Sulawesi Tengah. Persamaannya tinggi tsunami di alat pengukur berbeda dengan yang di lapangan.

“Bisa tidak sama (data tinggi gelombang tsunami di pantai dengan di daratan) karena ini di pinggir pantai. Nah kalau sudah masuk ke darat itu tergantung bentuk topografi pantainya bisa tinggi kalau itu celah. Jadi menguat kayak Palu itu jadi di pantai hanya sekian senti itu, bisa menguat,” kata Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Ia menjelaskan BMKG menggunakan pemodelan komputer dari data cuaca dan data oceanografi dalam memberikan informasi gelombang tinggi. Ada pula yang menggunakan alat yang terpasang di pantai.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan tsunami di Palu sama dengan tsunami di Selat Sunda. Ia menambahkan, sebelumnya BMKG sudah memberikan warning adanya gelombang tinggi di Selat Sunda 2 meter.

Berdasarkan data BMKG, berikut data ketinggian air saat terjadi tsunami di daerah Banten dan Lampung:

– Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0,9 meter

– Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0,35 meter

– Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0,36 meter

-Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0,28 meter. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here