Rabu, 22 Agustus 2018

Anton Charliyan: Maju Pilkada Jabar, Pengorbanannya Cukup Besar

GARUT, (KB).- Bakal calon (balon) Wakil Gubernur Jawa Barat usungan PDI Perjuangan, Irjen Pol Anton Charliyan, menyebutkan menjadi balon wakil gubernur dalam Pilkada Jawa Barat adalah suatu pengorbanan yang amat besar baginya. Hal ini dikarenakan dirinya harus mundur dari jabatannya di Polri.

“Bagi saya ini merupakan sebuah pengorbanan yang sangat besar karena harus mengundurkan diri dari jabatan di Polri,” ujar Anton saat menghadiri kegiatan Training of Trainer (ToT) Saksi Kecamatan PDI Perjuangn se kabupaten Garut yang digelar di salah satu hotel di Garut, Minggu (21/1/2018).

Menurutnya, untuk jabatan lain seperti bupati atau gubernur yang mencalonkan diri dalam pilkada hanya diharuskan cuti dan setelah itu bisa kembali menjadi bupati atau gubernur jika kalah. Lain halnya dengan anggota Polri atau TNI yang harus langsung mengundurkan diri ketika mau mencalonkan yang tentunya ini merupakan sebuah pengorbanan yang sangat besar apalagi jika kalah.

Namun demikian tutur Anton, demi pengabdian terhadap masyarakat, dirinya rela melakukan pengorbanan apapun termasuk mengundurkan diri dari jabatannya di Polri. Bahkan saat ini, dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri dan tinggal menunggu nomor yang menetapkan pengunduran dirinya.

“Saat ini pun saya sudah tidak lagi menggunakan fasilitas Polri seperti rumah dinas dan lainnya. Saya sudah tidak punya apa-apa akan tetapi itu bukan masalah bagi saya karena ini demi pengabdian terhadap masyarakat,” katanya.

Menurut Anton, bagi dirinya ini juga merupakan sebuah amanah dan kepercayaan dari partai yang mengusungnya, dalam hal ini PDI Perjuangan yang merupakan partai besar. Tentunya amanah dan kepercayaan ini tidak boleh disia-siakan. Anton melihat, undang-undang juga harus adil dan mau mempertimbangkan soal pencalonan anggota TNI-Polri yang diwajibkan untuk mundur sementara yang lainnya tidak.

Menurutnya, UUD 45 pun menegaskan semua warga negara punya hak untuk memilih dan dipilih. “Semua warga negara, punya hak untuk dipilih dan memilih. Berarti kalau saya masih dianggap warga negara, tentunya saya juga punya hak demikian, kecuali saya sudah dikeluarkan dari warga negara,” ucap mantan Kapolda Jabar ini.

Anton juga menegaskan jika dirinya tidak merasa rugi kalaupun harus mundur dari Polri karena maju dalam Pilkada Jabar sebagai calon wakil gubernur. Menurutnya, ini adalah pengabdian bagi masyarakat darinya, bukan soal untung dan rugi. (Aep Hendy S/KAPOL)***


Sekilas Info

Bikin Heboh Tetangga, Pasangan Ini Nikah ala Pramuka

CILACAP, (KB).- Ada yang beda dari pernikahan Ahmad Maftuh dengan pasangannya, Miftakhul Khoiroet pada Jumat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *