Rabu, 26 September 2018

Antisipasi Kemacetan di Pelabuhan Merak, Kemenhub Berencana Beri Diskon Pemudik Siang

CILEGON, (KB).- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memberikan diskon bagi pengendara yang menyeberang Pelabuhan Merak pada siang hari. Upaya itu dilakukan untuk menghindari kemacetan, karena rata-rata pemudik melakukan perjalanan di malam hari.

Hal itu disampaikan Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiyadi, usai memimpin rapat koordinasi arus mudik, di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Selasa (22/5/2018). Namun, kata Budi, pemberian diskon untuk pemudik siang hari masih berupa gagasan.

“Kami masih perlu membicarakannya dengan PT ASDP, INFA, Gapasdap, dan Kemenhub, apakah memungkinkan untuk memberikan diskon untuk pemudik siang hari. Paling tidak, diskon akan berlaku mulai pukul 10.00 hingga 14.00. Jika bisa, saya meyakini konsentrasi arus mudik yang biasanya krodit di malam hari bisa terurai,” ujarnya.

Berdasarkan evaluasi arus mudik sejak 2016 hingga 2017, masyarakat pemudik rata-rata melakukan perjalanan di malam hari. Hal itu membuat kemacetan parah di Pelabuhan Merak, sehingga mengurangi kenyamanan pemudik.

“Berdasarkan evaluasi sejumlah instansi terkait, masyarakat lebih menyukai perjalanan malam hari. Itulah yang sedang kami pikirkan, bagaimana caranya konsentrasi pemudik bisa terpecah, tidak melulu di malam hari,” katanya.

Mudik gratis

Selain dari pemberian diskon, pihaknya pun memiliki program mudik gratis untuk pengendara bermotor. Budi mengimbau agar pemudik roda dua dari Tangerang dan Jakarta, untuk menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Panjang, Lampung.

“Saya imbau kepada masyarakat dari daerah Tangerang dan Jakarta, jika hendak mudik ke Lampung silakan menggunakan kapal roro saya dari Tanjung Priok. Saya masih memiliki slot 300 kendaraan bermotor, untuk bisa kami tarik menuju Pelabuhan Panjang, Lampung,” tuturnya.

Pada rakor tersebut, lanjut Budi, sejumlah isu strategis juga dibahas. Antara lain terkait isu terorisme, juga kesiapan kapal roro di penyeberangan Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni.

“Dirjen Hubla telah melakukan ramp check terhadap 50 kapal roro di penyeberangan Selat Sunda. Sisanya 10 kapal lagi akan menyusul. Kemudian pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di wilayah Pelabuhan Merak dan Bakauheni, untuk mengantisipasi kejadian terorisme,” katanya.

Secara global, Budi mengklaim kesiapan penyeberangan Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Lampung, telah mencapai 90 persen. Pihaknya siap untuk menerima lonjakan penumpang yang diprediksi naik 15 persen.

“Secara administrasi, Pelabuhan Merak dan Bakauheni siap untuk menyeberangkan masyarakat pemudik. Saya pun akan melakukan pemeriksaan terkait kesiapan dua pelabuhan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolda Banten Kombespol Tomex Kurniawan mengatakan telah menyiapkan strategi pengamanan dan kelancaran arus mudik. Menurut dia, ada tiga titik keramaian yang siap untuk diantisipasi.

“Tiga titik tersebut adalah lokasi wisata, lokasi religi, dan Penyeberangan Merak. Di setiap lebaran, tidak titik tersebut yang sering terjadi kemacetan. Tentunya kami akan lebih memprioritaskan lokasi wisata seperti Anyer dan Carita, serta Pelabuhan Merak,” tuturnya. (AH)*


Sekilas Info

Pelaku Teror Bom Warga Binaan Lapas Cilegon

CILEGON, (KB).- Teka-teki pelaku teror bom Pengadilan Negeri Serang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *