Antisipasi Kelangkaan, Hiswana Migas Banten Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilo gram di Pasar Lama, Kota Serang, beberapa waktu yang lalu. Untuk mengantisipasi kelangkaan selama Ramdan dan Idul Fitri 2019, Hiswana Migas Banten menambah pasokan 500 ribu tabung gas elpiji 3 kg untuk lima wilayah di Provinsi Banten.*


SERANG, (KB).- Untuk mengantisipasi kelangkaan pemakaian gas elpiji 3 kilogram (kg) pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 2019, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten menambah pasokan 500 ribu tabung gas elpiji 3 kg untuk lima wilayah di Provinsi Banten.

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas DPC Provinsi Banten, Yudi Lukman mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi untuk pengadaan stok gas elpiji di lapangan sejak bulan April menjelang pilpres.

“Kita telah melakukan penambahan kuota dan kerjasama dengan pertamina untuk penambahan stok alokasi 20 persen dari bulanannya atau rill tabungnya kita dapatkan 500 ribu tabung untuk disebar di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon,” katanya, Rabu (15/5/2019).

Ia mengatakan, bukan hanya berupa penambahan kuota gas di lapangan saja, Hiswana Migas Banten juga menyiagakan satgas yang di tempatkan di 60 titik pangkalan yang tersebar di lima wilayah.

“Selain penyiagaan satgas, kita juga telah sebar stok gas di tiap SPBU yang ikut mendistribusikan kebutuhan gas elpiji 3 kg untuk menenuhi kebutuhan masyarakat, jadi semua kita maksimalkan guna penyediaan dan ketersediaannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, ini dilakukan untuk memberikan kemudahan serta pelayanan pada masyarakat dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci ini berjalan dengan lancar dan nyaman.

“Kita harapkan untuk stok gas elpiji 3 kg di wilayah Hiswana Migas DPC Banten aman. Upaya dan antisipasi jauh hari terkait kebutuhan masyarakat di lapangan semua sudah kami lakukan. Mudah-mudahan selama bulan Ramadan, Idul Fitri serta sesudah Idul Fitri, gas elpiji 3 kg ini selalu tersedia,” ujarnya.

Yudi mengimbau, agar masyarakat bersama-sama menjaga dan menyadari bahwa penggunaan gas elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu dan tepat sasaran. Dapat dinikmati masyarakat yang tidak mampu, bukan oleh masyarakat yang mampu.

“Di lapangan, kami sering melihat banyak warga masyarakat yang mampu menggunakan gas elpiji 3 kg ini. Mereka sebenarnya tidak diperkenankan untuk menggunakannya. Kita berharap kesadaran masyarakat dalam penggunaan gas elpiji 3 kg agar program pemerintah ini dapat tepat sasaran,” katanya. (Azzam/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here