Minggu, 24 Juni 2018

Antisipasi Banjir, Cilegon Butuh LWS dan Banyak Tandon

CILEGON, (KB).- Kota Cilegon sulit terhindar dari banjir karena wilayahnya yang penuh dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Solusi terbaik dari persoalan ini tidak lain pembangunan Long Watter Storage (LWS), juga pembangunan tandon-tandon di sejumlah titik.
Hal itu dikatakan Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Sabri Wahyudin, Senin (19/2/2018).

Menurut dia, titik persoalan banjir yang sering melanda Ciwandan, tidak lain karena saluran air yang semakin menyempit serta air pasang laut. Sementara untuk Citangkil, Cilegon, Purwakarta, Jombang, Cibeber, semua aliran sungai mengalir ke satu titik, yakni di sungai di wilayah Metro di Jombang. Untuk itulah, kata Sabri, solusi terbaik dari permasalahan banjir adalah pembangunan tandon di wilayah hulu dan hilir DAS. Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana pembangunan tandon, tidak lain di wilayah Cibuntu, Sukmajaya, Bulakan, dan Metro.

Secara global, penanganan banjir dibagi kedalam banjir wilayah utara dan selatan. Sobri mengatakan, untuk wilayah selatan, aliran air harus bisa diatur sebelum melewati Jalan Lingkar Selatan (JLS). “Kami sudah menyiapkan tandon untuk aliran air menuju Ciwandan, yakni di Cibuntu juga samping pagar Indocemen,” katanya. Begitu pula untuk aliran air di wilayah utara. Pihaknya akan membangun sejumlah tandon. Di antaranya Tandon Kedung Ingas, Tandon Kedaung, Tandon ADB, juga Tandon Metro.

“Beberapa di antaranya sudah dibangun, seperti Tandon Metro yang masih perlu perluasan. Itu untuk mengantisipasi banjir wilayah Citangkil, Purwakarta, hingga Metro,” ujarnya. Untuk antisipasi banjir di wilayah Cibeber, PCI, serta Kranggot, Pemkot Cilegon juga membangun Tandon Bulakan. “Sebelum mengalir ke Cibeber, air akan ditangkap di Tandon Bulakan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon M Ridwan telah meminta bantuan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian untuk menangani persoalan dam di Sungai Wingon, Mancak. Sebab, dam di sungai tersebut telah lama ini rusak.

“Sebetulnya di Sungai Wingon ada dam, tapi itu rusak. Kami sudah meminta itu diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada respons,” katanya. Pihaknya akan kembali melakukan normalisasi air, serta pelebaran saluran di sejumlah titik banjir. Selain itu, Satker jalan nasional telah melihat sejumlah gorong-gorong di bawah jalan nasional yang sering menjadi penyebab banjir.(AH)***


Sekilas Info

Demi Landmark, Perkim Cilegon Rogoh Rp 96 Juta

DINAS Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Cilegon terpaksa harus mengeluarkan anggaran Rp 96 juta untuk perbaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *