Anjal dan Gepeng di Kota Serang Tempati Fasilitas Umum

Sejumlah anak jalanan tidur di bawah kolong jembatan Kaujon, Jalan Brigjen KH Sam'un, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kamis (7/11/2019).*

SERANG, (KB).- Sejumlah titik di Kota Serang menjadi lokasi beristirahat para anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Salah satunya di bawah kolong Jembatan Kaujon, tepatnya di Jalan Brigjen KH Sam’un, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang.

Tak hanya itu, anjal dan gepeng pun kerap menempati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ciceri, Alun-alun Kota Serang, dan bangku taman di Jalan Veteran Pisang Mas.

Beradsarkan pantauan Kabar Banten, di Kolong Jembatan Kaujon terlihat ada beberapa orang anak sedang tertidur di gubuk kecil, yang beralaskan kardus dan spanduk bekas.

Menurut warga, gubuk tersebut diduga menjadi tempat tinggal anak-anak jalanan. Sebab, ada beberapa pakaian kotor yang menggantung serta sejumlah barang lainnya.

Seorang warga Kaujon Ratna mengatakan, biasanya anak-anak tersebut datang secara beramai-ramai sekitar empat hingga lima orang.

“Mereka biasanya datang banyakan ke gubuk itu, terus kan biasanya juga pada mandi di kali (Sungai Cibanten). Kelihatannya sih pengamen soalnya suka bawa gitar kecil,” katanya, Kamis (7/11/2019).

Ia juga merasa risih dengan adanya anak jalanan yang tinggal di bawah jembatan tersebut. Sebab, dirinya tidak mengetahui asal mereka dan aktivitas yang mereka lakukan.

“Agak risih sebenarnya, namanya bukan warga sini kan, terus juga kami engga tahu mereka ngapain aja. Tapi memang cowok semua yang di sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Asep Rian mengatakan, sebelumnya sejumlah titik tersebut telah dilakukan penertiban olehnya. Namun, para anjal dan gepeng kembali menempati lokasi tersebut, termasuk di Kolong Jembatan Kaujon.

Bahkan, kata dia, beberapa anak punk, anjal, serta gepeng yang terjaring dibawa ke tempat rehabilitasi untuk diberikan pembinaan. Namun, beberapa diantaranya melarikan diri tanpa sepengetahuan petugas di sana.

“Iya, sudah kami tertibkan dan dibawa ke Bekasi untuk pembinaan. Tapi beberapa orang lainnya itu kabur dari sana,” katanya.

Tapi nanti, ucap dia, bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, Dinsos akan melakukan penertiban kembali ke sejumlah titik tersebut. Sehingga, anjal, gepeng dan anak punk tidak lagi berkeliaran dan menempati fasilitas umum yang dapat menganggu pengguna jalan.

“Secepatnya nanti kami akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan pihak terkait untuk melakukan penertiban. Karena memang ini juga kan mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat. Kemudian, orang-orang tersebut juga kan memang kebanyakan warga luar Kota Serang,” ucapnya.

Pihaknya juga akan membawa gepeng yang berusia lanjut, untuk ditempatkan di rumah singgah atau panti sosial.

“Nanti mereka akan mendapat pelatihan dan pembinaan juga. Tapi sebelum dibawa, kami akan cari tahu dulu asal-usul mereka. Kalau memang tidak ada keluarganya di sini, baru kami bawa ke panti sosial,” tuturnya.

Selain itu, beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah membawa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Yusuf Martadilaga yang sedang mengamuk sambil membawa pisau.

“Jadi bukan cuma gepeng dan anjal saja. Kami juga akan menjaring atau menertibkan ODGJ yang berkeliaran di Kota Serang,” ujarnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here