Angka Kekerasan Anak di Pandeglang Menurun

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengklaim angka kekerasan terhadap anak menurun pada tahun 2019. Sebab, tahun sebelumnya kasus kekerasan terhadap anak mencapai puluhan kasus.

Berdasarkan data, di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2018 tercatat ada sekitar 22 kasus kekerasan terhadap anak dengan rincian 90 persen pelecehan seksual dan 10 persen penganiayaan.

Kepala bidang Perlindungan Anak Hj. Eulis Yiyi menuturkan, angka penurunan tersebut merupakan optimalisasi program Kabupaten Layak Anak (KLA). Selain ramah anak juga harus mampu menurunkan angka kekerasan terhadap anak.

“Untuk saat ini memang angka kekerasan terhadap anak menurun, tidak seperti pada tahun lalu yang mencapai 20 kasus kekerasan anak. Untuk tahun ini hanya tercatat 7 kasus. Kita sudah berikan pendampingan psikologis anak korban kekerasan. Ini kan jadi poin untuk menjadi kabupaten layak anak. Sekarang itu sudah mencapai 750 poin penilaian untuk mencapai KLA, karena harus memiliki nilai 1.000,” kata Kepala bidang Perlindungan Anak Hj. Eulis Yiyi kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/4/2019).

Ia mengatakan, mayoritas dari kasus kekerasan terhadap anak tersebut adalah pelecehan seksual, dengan dugaan karena kurang puasnya hubungan dengan istri, sehingga melampiaskan kepada anak-anak.

“Mayoritas kasusnya itu pelecehan seksual. Itu karena kurang harmonisnya hubungan keluarga, mungkin karena kurang puas,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami trauma. Sebab, korban kekerasan anak akan mengganggu psikologisnya di lingkungan tempat tinggalnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here