Anggaran Pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang Digeser

SERANG, (KB).- Anggaran pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang sebesar Rp 30 miliar akan digeser untuk kegiatan lain. Hal tersebut menyusul hasil studi kelayakan (feasibility study) yang merekomendasikan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengkaji ulang rencana tersebut.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, anggaran untuk pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat akan dialihkan untuk kegiatan lain. Sebab, kata dia, sesuai hasil studi kelayakan, lokasi tersebut dinilai belum layak dibangun masjid. Alasannya, karena Alun-alun baik Timur maupun Barat merupakan cagar budaya. “Hasil FS itu alun-alun sebagai cagar budaya. Jadi, tidak memungkinkan dibangun masjid, sehingga nanti untuk anggaran Rp 30 miliar bisa digeser,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua DPRD Kota Serang, Namin. DPRD, ucap dia, saat ini mempertimbangkan anggaran tersebut dialihkan ke kegiatan lain. “Anggaran masjid akan digeser pada kegiatan lain, sebab dari hasil FS lokasi alun-alun tidak memungkinkan untuk dibangun masjid,” ucapnya, Selasa (18/12/2018).

Ia menuturkan, anggaran tersebut rencananya akan dialihkan untuk melakukan rehabilitasi Kantor Kecamatan Kasemen serta beberapa kantor kelurahan yang kondisinya kumuh. Selain itu, juga akan digunakan untuk belanja modal yang dinilai belum signifikan serta untuk membantu menjalankan program 100 hari kerja wali kota dan wakil wali kota. Salah satunya tentang kebersihan. “Kami pertimbangannya, anggaran digeser untuk kegiatan lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, hasil FS beberapa waktu lalu langsung disikapi dan dibahas oleh DPRD Kota Serang. Pihaknya menghormati hasil tersebut, sebab dewan akan menyepakati apapun hasil FS yang dihasilkan. Untuk pembangunannya, kata dia, DPRD tetap mendukung.

Namun, pemkot perlu mengkaji ulang lokasi yang cocok untuk pembangunan Masjid Agung Kota Serang. “Karena, FS itu tidak memungkinkan di alun-alun, maka kami meminta pemkot melakukan kajian untuk mencari tempat yang strategis membangun masjid,” katanya.

Diketahui, Pemkot Serang mengalokasikan Rp 30 miliar pada APBD Murni 2019, untuk pembangunan sekaligus detail engineering design (DED) Masjid Agung telah dianggarkan sebesar Rp 30 miliar.

Kepala Bappeda Kota Serang, Djoko Sutrisno sebelumnya menuturkan, anggaran Rp 30 miliar untuk Masjid Agung bisa saja berubah sewaktu-waktu. “Kalau tidak berjalan baik FS maupun DED-nya, bisa saja anggaran Rp 30 miliar itu digeser ke kegiatan lain,” ujarnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here