Anggaran Huntara Rp 7,7 M

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang Syarif Hidayat mengatakan, proyek pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban terdampak tsunami Selat Sunda di Pandeglang estimasi anggarannya Rp 7,7 miliar untuk 381 unit huntara.

ā€¯Pembangunan huntara itu berikut sarana dan prasarana penunjang seperti MCK, musala, infrastruktur jalan lingkungan dan air bersih,” kata Kepala DPKPP Pandeglang Syarif Hidayat kepada Kabar Banten, Ahad (10/2/2019).

Sementara itu, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat proses pembangunan huntara.

Menurut dia, pemerintah saat ini harus bergerak cepat dalam penanggulangan bencana Selat Sunda.

“Maka dari itu, kita harus cepat koordinasinya baik itu masalah pembangunan huntara maupun hunian tetap (Huntap) dan hal yang menyangkut penanganan pemulihan bencana,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan verifikasi data dengan BNPB, terkait pembangunan huntara dan huntap untuk para korban bencana tsunami.

“Dengan terus melakukan koordinasi, kami sangat terbantu dan alhamdulillah dalam kurun waktu seminggu progres pembangunan huntara sudah mencapai 12 unit,” ucapnya.

Irna menjelaskan, pemerintah kabupaten telah mengusulkan hal-hal penting yang menyangkut sumber perekonomian masyarakat yang hilang akibat terdampak bencana.

“Warung-warung warga yang berada di zona merah, perahu, serta bangunan lain yang rusak akibat bencana belum terakomodasi oleh Kementerian dan kami terus usulkan. Kami mohon BNPB dapat mendorong usulan ini kepada pihak terkait,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here