Minggu, 18 Februari 2018
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada Koordinator Tagana Banten, H. Andika Hazrumy pada Jambore Nasional dan ASEAN di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (26/10/2017).*

Andika Hazrumy Raih Penghargaan

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meraih penghargaan dari Menteri Sosial RI Kofifah Indar Parawansyah. Andika dinilai sebagai Koordinator Tagana Inspiratif 2017.  Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, kepada Andika pada acara Jambore Nasional Tagana & ASEAN+ 3 ke-11 tahun 2017 yang digelar oleh Kementerian Sosial di Lapangan Sam Ratulangi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (26/10/2017).

Selain Wakil Gubernur Banten, beberapa kepala daerah juga mendapatkan penghargaan serupa dari Mesos. Wagub Andika yang juga Ketua Forum Tagana Provinsi Banten mengatakan, penghargaan ini bisa diartikan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap apa yang telah dilakukan oleh Tagana Banten selama ini.

“Apa yang kami lakukan di Banten ternyata mendapat apresiasi yang baik dari pemerintah pusat. Untuk itu, kami senantiasa akan terus mencari formulasi agar Tagana ke depan menjadi semakin terasa keberadaannya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Wagub Andika mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Sosial terutama Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa yang memberikan apresiasi ini.  “Tentunya penghargaan ini akan menjadi penyemangat kami bersama dengan para kader Tagana di Banten untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat Banten,” ucapnya.

Wagub menuturkan, Tagana Provinsi Banten adalah yang pertama memberikan asuransi jiwa bagi seluruh anggotanya. “Program asuransi jiwa ini kita bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Banten. Karena kesehatan para anggota Tagana harus terjamin, mengingat tugas anggota Tagana dilakukan secara sosial untuk membantu masyarakat dan pemerintah di saat bencana terjadi,” ucapnya.

Menurut Wagub, kehadiran Tagana saat ini sangat dibutuhkan masyarakat mengingat Tagana adalah salah satu unjuk tombak dalam membantu warga yang mengalami bencana. Tagana, kata Andika, merupakan wadah organisasi yang berlandaskan sosial dan Tagana dibentuk untuk menghadapi permasalahan kebencanaan.

Tetapi Tagana pada saat ini tidak hanya menanggulangi permasalahan bencana tetapi sudah masuk pada permasalahan sosial.  “Tagana merupakan mitra dari Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam menanggulangi kebencanaan baik bencana alam maupun bencana sosial,” tuturnya. (SN)***


Sekilas Info

Relokasi Pasar Baros Belum Ada Solusi

Pemerintah Kabupaten Serang masih belum memiliki solusi untuk menangani permasalahan relokasi pedagang di Pasar Baros. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *