Ancaman Virus Corona, Mahasiswa Banten dari Tiongkok Dinyatakan Sehat

Tim medis Puskesmas Pabuaran didampingi Camat Pabuaran Asmawi saat melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan Syah Abriyatna, mahasiswa yang mendapat program beasiswa di Negara Tiongkok, di rumah neneknya di Kampung Panimbang Desa Pancanegara Kecamatan Pabuaran, Rabu (5/2/2020).*

SERANG, (KB).- Sejumlah mahasiswa asal Banten yang dipulangkan dari Tiongkok telah melewati proses cek kesehatan, baik berupa fisik, laboratorium dan radiologi. Hasilnya, mahasiswa tersebut dinyatakan dalam keadaan sehat.

Diketahui, enam mahasiswa Banten yang menempuh studi di Tiongkok telah dipulangkan melalui Bandara Soekarno Hatta pada Senin (3/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, mereka yang dinyatakan sehat bisa pulang ke rumah masing-masing. Akan tetapi, selama 14 hari mereka akan tetap mendapatkan pengawasan guna memastikan kondisi inkubasinya benar-benar aman.

“Selama 14 hari (masa inkubasi), mereka harus mengurangi aktivitas kegiatannya,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga : Dipulangkan dari Tiongkok, Tujuh Mahasiswa Banten Dipantau

Mereka juga harus berkala melakukan cek kesehatan ke puskesmas yang terdekat. Untuk lokasi pemeriksaannya sendiri sudah dikoordinasikan dengan Dinkes kabupaten/kota. Saat melakukan tes kesehatan ke puskesmas para mahasiswa dibekali kartu kuning Health Alert Card (HAC) yang diberikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta. Hal itu dilakukan karena para mahasiswa tersebut masuk dalam status orang dalam observasi.

“Jika orang dalam status pemantauan dilakukan isolasi. Itupun isolasi bukan di rumah sakit. Sedangkan untuk status dalam pengawasan itu dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk nasional,” katanya.

Kurangi aktivitas

Selama 14 hari mereka diharuskan cukup istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Sehingga kondisi kesehatan mereka bisa terjaga.

“Jadi karantina yang dimaksud adalah karantina di rumah dengan mengurangi aktivitas, hanya di dalam rumah. Kalaupun keluar rumah hanya untuk periksa ke puskesmas selama 14 hari. Mereka juga harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan berolah raga, makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” ucapnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, proses pemulangan mahasiswa asal Banten dari Tiongkok mengikuti prosedur pemerintah pusat. Pemulangan itupun hanya dilakukan untuk mahasiswa yang tinggal di luar Wuhan, Tiongkok.

“Kalau yang di Wuhan mah kami enggak boleh intervensi, prosedurnya kan ditangani oleh pusat. Kalau yang kemarin kami bawa itu di luar Wuhan, 7 orang sudah kami belikan tiket, cuma seorang tertahan karena visanya habis,” ucapnya.

Ia menjelaskan, selama ini pemprov merespon warga di Banten yang menginginkan pertolongan dari pemprov untuk memulangkan keluarganya yang berada di Tiongkok. Meski demikian, pemulangan tetap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Selama ini cukup respons. Kami dapat (kabar mahasiswa Banten ingin dipulangkan) minggu malam, langsung belikan tiket,” ujarnya.

Pemprov dan pemerintah pusat juga perlu berhati-hati melakukan pemulangan warga dari Tiongkok.

“Kemanusiaan iya tapi memperlakukan yang suspect atau tidak kan perlu hati-hati,” tuturnya.

Sementara, salah seorang mahasiswa yang dipulangkan dari Tiongkok Syah Abriyatna menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pabuaran, Rabu (5/2/2020). Pantauan Kabar Banten, tim medis lengkap dengan menggunakan masker dan sarung tangan.

Mereka didampingi Camat Pabuaran Asmawi dan aparat desa setempat. Tim medis kemudian menemui Syah Abriyatna untuk memeriksa kesehatannya dan juga memberikan saran terkait hal yang harus dilakukan selama dalam pemantauan.

Kepala Puskesmas Pabuaran Lulu Sundari Mani mengatakan, Abriyatna langsung masuk ke RSUD Banten setelah pulang dari Tiongkok. Dia dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumahnya di Pabuaran.

Namun, sesuai prosedur Puskesmas setempat harus melakukan pemeriksaan kembali terhadap Abriyatna.

“Tadi sampai saat ini masih bagus suhu tubuhnya 36,5 derajat Celcius jadi demam, flu belum ada,” ujarnya saat ditemui setelah melakukan pemeriksaan.

Lulu mengatakan, meski dinyatakan sehat dirinya tetap memantau selama 14 hari. Jika selama 14 hari tidak ada keluhan dan semua baik-baik saja, baru akan dinyatakan sehat. Selama 14 hari tersebut, Abriyatna diminta tetap berhati-hati berkomunikasi atau melakukan kontak dengan masyarakat dan keluarga.

“Harap hati-hati karena masih dalam pantauan suhu. Karena dari hasil pemeriksaan dinyatakan sehat. Tapi tetap dipantau 14 hari, itu sesuai alur SOP,” katanya.

Jangan khawatir

Dirinya meminta kepada masyarakat setempat untuk tidak khawatir dengan kedatangan Abriyatna dari Tiongkok tersebut.

“Kalau utamanya penularan dari droplet (percikan liur) untuk bicara harus pakai masker. Minum vitamin untuk stamina. Kalau bisa keluarga semua (minum vitamin). Karena daya tahan tubuh bagus menunjang untuk tidak tertular,” tuturnya.

Camat Pabuaran Asmawi mengatakan, selaku camat sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar bisa mengarahkan masyarakat supaya tidak resah. Kemudian tidak banyak berkunjung dan cukup mendoakan dari jauh.

“Karena yang namanya virus tidak kelihatan mata kita. Dengan adanya masyarakat dari Cina, jangan sampai masyarakat gelisah dan mengucilkan. Dan kita tenangkan keluarganya pribadi agar tidak terpengaruh isu,” ujarnya.

Kemudian ia juga berpesan agar keluarga memisahkan makan dan minum sementara waktu dengan Abriyatna. Bahkan kalau bisa kamar pun dibuatkan khusus.

“Kurangi komunikasi dengan keluarga,” ucapnya.

Sementara Nenek Syah Abriyatna, Arlisah mengatakan, cucunya pulang Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 08.00 pagi dari Tiongkok. Kemudian tiba di Bandara Soekarno Hatta ba’da Magrib dan dijemput langsung oleh pihak Pemprov Banten.

“Terus dibawa ke RSUD (Banten), lama di sana. Pas mau subuh dia ngebel (telepon) ke sini minta dijemput sama adiknya sama pamannya,” ujarnya.

Setelah tiba di rumahnya, Abriyatna langsung pergi ke rumah almarhumah ibunya untuk beristirahat.

“Jadi belum sempat ditanya sama ibu juga. Dia tidur di sana, ini dia baru ke sini terus mandi,” ucapnya.

Dirinya sempat khawatir dengan kondisi cucunya yang masih terjebak di Tiongkok. Dimana sang cucu sedang menjalani program beasiswa dari kampusnya di Kota Serang. Ia baru berangkat sekitar dua bulan lalu.

“Dia minta bantuan terus pengen pulang. Karena di sana stok makanan halal sudah menipis, masker juga sudah habis. Tadinya mau ibu kirimin masker karena kebetulan Bapaknya (Abriyatna) kerja di kantor Pos. Tapi ga jadi karena dapat kabar lagi katanya Alhamdulillah jam 8 besok (Selasa) sudah terbang, dan biaya ditanggung pemerintah,” katanya.

TKA dikarantina

Sementara, sejumlah tenaga kerja asing (TKA) di Kota Cilegon saat ini dalam status karantina di tempat kediaman mereka. TKA tersebut langsung mendapat perhatian khusus karena baru pulang dari negara terpapar Novel Coronavirus (n-CoV).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna, usai mengikuti rapat pencegahan penyebaran virus corona, di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Rabu (5/2/2020). Sayangnya, dr Arriadna enggan menyebutkan jumlah TKA yang sedang dikarantina tersebut.

“Tidak banyak, pokoknya tidak banyak,” katanya.

Menurut Arriadna, pihak perusahaan tempat TKA bekerja telah mengerahkan dokter khusus untuk pemeriksaan intensif. Hingga saat ini, para dokter menyatakan tidak ada indikasi terjangkit virus corona.

“Sampai sekarang negatif corona,” ujarnya.

Ia pun membantah isu yang kini sedang menyebar, terkait TKA Wilmar Bojonegara yang tinggal di Sukmajaya, Kecamatan Jombang, terpapar virus corona.

“Itu bohong, TKA itu tidak terpapar corona. Sudah dipastikan oleh Disnaker Cilegon,” tuturnya.

Arriadna menuturkan, terdapat masukan-masukan positif dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten pada acara tersebut. Para narasumber dari dua instansi ini menerangkan upaya-upaya mereka mencegah masuknya virus corona dari negara terpapar penyakit tersebut.

“Masing-masing instansi sudah melakukan upaya pencegahan. KKP misalnya, dengan atau tanpa ada wabah virus corona, pengawasan terhadap kru kapal dari luar negeri memang ketat,” ucapnya.

Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilance Epidemiologi (PKSE) KKP Banten Theresia Hermin mengatakan, pihaknya memberlakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kapal-kapal asing di zona karantina.

“Ketika kapal asing datang, mereka terlebih dahulu diam di zona karantina. Lalu tim KKP naik kapal mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Protapnya memang seperti itu,” katanya.

Saat ini, kata dia, ada pemberlakuan khusus juga terhadap kapal-kapal barang asal Cina. Menurut Theresia, kru kapal dari Cina akan diberlakukan lebih khusus dibandingkan awak-awak kapal dari negara lain.

“Khusus kapal Cina, kami minta olah geraknya dibatasi. Kapal boleh labuh untuk bongkar muat, tapi orangnya harus diawasi,” ujarnya. (SN/DN/AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here