Ancam Rotasi Pejabat, Wahidin Halim: Kinerja Dindikbud Payah

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim kecewa dengan kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten. Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu, bahkan mengancam merombak pejabat yang ada di dalamnya.

Informasi yang dihimpun, Gubernur Banten Wahidin Halim menyoroti kinerja OPD Pemprov Banten dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Pendopo Gubernur, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (2/12/2019). Salah satu OPD yang mendapat sorotan yaitu Dindikbud Banten.

Gubernur yang ditemui wartawan usai rapim, tak membantah salah satu OPD yang mendapat sorotannya adalah dindikbud. Pria yang akrab disapa WH ini pun memberikan kritik dengan menyebutnya payah. “(Kinerja Dindikbud Banten) payah,” kata Wahidin Halim.

Ia tak membeberkan apa yang menyebabkan kinerja Dindikbud Banten dinilai payah. Ke depan, pria yang juga mantan Anggota DPR RI ini ingin melakukan rotasi kepada seluruh jajaran yang ada di Dindibuk Banten. “Ada (rotasi), semuanya,” ujarnya singkat.

Plt Kadindikbud Banten M Yusuf mengatakan, pihaknya siap melakukan perbaikan kinerja yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Dindikbud.

“Jadi kita sedang memperbaiki, memperbaiki semua indikator yang memang harus diperbaiki. Ya semua kinerja, kinerja yang ada kita perbaiki kinerja semua, ya perbaiki apa yang harus dipenuhi oleh RPJMD,” ucapnya.

Ia sendiri telah menerima arahan dari Gubernur Banten untuk melakukan perbaikan. Salah satunya terkait administrasi SMA/K Negeri yang merupakan kewenangan Pemprov Banten.

“Kan namanya administrasi 240 sekolah lebih, kemudian teknisnya pada laporan terakhir belum masuk semua. Namanya sekolah di ujung sana, begitu aja sebenarnya,” tuturnya.

Disinggung terkait serapan tahun anggaran 2019 yang ada di Dindikbud Banten, kata dia, untuk fisik hampir 74 persen dari total anggaran Rp 109 miliar. Ia berharap sisa yang belum terserap mulai berproses pada minggu ini. “Bulan ini terakhir,” katanya.

Arahan dari Gubernur Banten merupakan bentuk dorongan terhadap OPD yang dipimpinnya.

“Namanya pimpinan kan mendorong kita biar cepat, mendorong biar cepat menyelesaikan administrasi. Karena ini kan tinggal sebulan. Sebulan itukan bulannya, tapi hari liburnya. Nah itu sebenarnya adalah beliau mendorong semua jajaran dindik itu untuk cepat- cepat membuat laporan, kalau belum mencairkan segera, intinya ke sana lah,” katanya.

Dindikbud Banten sendiri memiliki tanggung jawab mengurus 240 SMA/K negeri dan Kantor Cabang Dinas (KCD). Kemudian di internal juga banyak kegiatan yang diselesaikan.

“Kemudian di dalam harus mengoordinir yang jauh-jauh juga, jadi banyak faktor secara manajemen perlu ada perbaikan,” ucapnya.

Terkait keinginan Gubernur Banten untuk melakukan rotasi di lingkungan Dindikbud Banten, Yusuf mengaku sampai kemarin belum mendengar informasinya. “Saya belum tahu itu tanya ke beliau,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here