Ambruknya Jembatan Leuwijaksi, Bupati Lebak Perintahkan DPUPR Lakukan Pengkajian

LEBAK, (KB).- Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya didampingi Asda II Pemkab Lebak, Budi Santoso, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wawan Kuswanto mengaku prihatin dengan ambruknya
pondasi Jembatan Leuwijaksi, Kecamatan Cimarga.

Di lokasi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Cikulur itu, Bupati Iti memerintahkan Dinas PUPR untuk segera melakukan pengkajian dan perhitungan perbaikan jembatan yang baru berusia sekitar satu tahun itu.

Asisten bidang ekonomi dan pembangunan (Asda II) Pemkab Lebak, Budi Santoso menyatakan, sesuai arahan bupati, pihaknya bersama pihak terkait, khususnya Dinas PUPR akan segera melakukan pengkajian dan penghitungan biaya perbaikan.

”Arahan bupati saat mengecek langsung kondisi jembatan itu sudah sangat jelas. Kami segera melakukan pengkajian penyebab ambruknya pondasi jembatan itu dan melakukan perhitungan biaya perbaikannya,” kata Budi Santoso kepada Kabar Banten, Kamis (27/12/2018).

Setelah perhitungannya, ujar Budi, pihaknya akan segera membuat rencana perbaikan jembatan yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat beberapa desa di dua kecamatan itu. ”Mudah-mudahan realisasi pembangunan kembali jembatan itu bisa kita realisasikan pada tahun anggaran 2019,” kata Budi.

Baca Juga: Jembatan Penghubung di Lebak Ambrol, Mobil Carry Terperosok ke Sungai

Salah seorang tokoh masyarakat Cikulur, Eli Sahroni mengapresiasi langkah cepat bupati dan jajarannya dengan langsung melihat kondisi Jembatan Leuwijaksi dan memerintahkan dinas terkait untuk memulai tahapan awal proses pembangunannya.

“Kedatangan bupati dan jajarannya ke lokasi jembatan patut kita apresiasi, mengingat jembatan ini sangat vital dan selalu digunakan warga dalam kegiatan sehari-hari,” ucap Eli Sahroni.

Menurut Eli, pembangunan kembali jembatan yang baru selesai dibangun beberapa bulan lalu, dengan anggaran yang cukup besar itu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan proses dan waktu, terlebih kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas.

“Masyarakat tentu berharap jembatan itu bisa diperbaiki secepatnya agar bisa segera digunakan kembali seperti semula. Namun saya kira masyarakat akan bisa mengerti jika prosesnya tidak mudah. Setidaknya kedatangan bupati telah menunjukkan komitmen Pemkab pada kepentingan warganya,” tutur Eli. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here