Amas Tadjuddin: Santri tak Boleh Terpapar Virus Terorisme

H Amas Tadjuddin, Sekretaris PWNU Banten.*

JAKARTA, (KB).- Sekretaris PWNU Banten H Amas Tadjuddin mengatakan santri tak boleh terpapar virus terorisme. Karena sejarah membuktikan santri merupakan penjaga idiologi negara pancasila, UUD 1945, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Santri sebagai penjaga idiologi negara pancasila, UUD 1945, mempertahnkan NKRI, bersama-sama dalam kebhinekaan akan terus membakar api semangat juang demi keutuhan Indonesia. Siapa datang mengancam Indonesia pancasila, maka santri tanpa diminta akan menghadapinya. Santri siap membela negara, santri sudah terbukti ikhlas berjuang untuk negara. Jadi santri tidak boleh terpapar paham radikalisme terorisme,” kata Amas berkaitan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Selasa (22/10/2019).

Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten mengutip pernyatan Gubernur Banten  yakni  kalau dulu teriakan takbir Allahu Akbar untuk mengusir penjajah, saat ini pekikan takbir sering disalah gunakan justeru untuk mengkafir kafirkan sesama umat Islam.

Selain itu juga digunakan untuk kejahatan kemanusiaan seperti radikal terorisme sebagaimana penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Menes dilalukan oleh terduga kelompok terpapar terorisme. 

Amas mengatakan santri sebagai pemilik saham negeri ini sudah saatnya memperoleh kesempatan kesejahteraan, dan memperoleh kemudahan akses ke berbagai sudut pembangunan.

“Santri sebagai pejuang dan pengawal kemerdekaan indonesia pun tidak pernah lelah mempertahankan kemerdekaan sebagaimana ditunjukan oleh Syeih Hasyim Asyari dengan fatwa resolusi jihad, menggetarkan seluruh Indonesia, membakar semangat setiap santri agar cinta tanah air, pekikan takbir Allahu Akbar yang dikumandangkan para santri mengusir para penjajah,” katanya.

Kini setelah Indonesia maju, ucap dia, wajar saja santri mengambil haknya untuk memperoleh kesempatan yang sama, memperoleh kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh indonesia dalam semua aspek kehidupan.

“Maka sewajarnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan santri dan pondok pesantren dalam berbagai bentuknya, dan itikad baik itu sudah nampak melalui pengesahan UU Pesantren,” katanya.

Ia mengatakan  Pemprov Banten tidak perlu ragu membantu santri dan pondok pesantren secara maksimal, mereka santri sangat layak dibantu alih alih memberikan manfaat kepada pemilik saham negara yang didirikanya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here