Alokasi Dana Banprov Belum Merata

LEBAK, (KB).- Alokasi dana Bantuan Provinsi (Banprov) Banten Tahun Anggaran 2019 di Kabupaten Lebak dinilai belum merata.Alasanya, masih ada desa yang belum tersentuh anggaran untuk pengadaan fasilitas perpustakaan.

“Salah satunya di Kecamatan Cijaku, masih banyak desa yang belum memiliki perpustakaan. Padahal, anggaran Banprov sudah dicairkan bulan Mei 2019 lalu,” kata salah seorang aktivis, Rusmana, Senin (23/9/2019).

Ia mengatakan, mayoritas masyarakat desa di wilayah Kecamatan Cijaku hingga September 2019 ini belum bisa menikmati fasilitas perpustakaan desa yang anggarannya bersumber dan Banprov 2019. Padahal dari informasi yang di terimanya, dana Banprov sebesar Rp 50 juta yang diantaranya untuk perpustakaan sebesar Rp 10 juta sudah dicairkan pada bulan Mei 2019.

“Masih banyaknya desa di Kecamatan Cijaku yang belum merealisasikan perpustakaan desa, mengundang pertanyaan warga dan elemen masyarakat. Apa bisa anggarannya dicairkan, tapi belum dibelanjakan dalam waktu cukup lama,” ujarnya.

Untuk memastikan ada atau tidak nya penyimpangan dalam penggunaan Banprov tahun 2019, Ia mendesak pihak berkompeten dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Kalau memang ada penyimpangan tentu kami berharap agar ditindak lanjuti sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” imbuhya.

Hampir senada dikatakan aktivis lainnya, Nurwan. Menurutnya, inspektorat atau instansi berwenang sebaiknya tidak menganggap remeh penggunaan dana Banprov. Hal ini untuk menimbulkan efek jera agar kedepan tidak ada oknum kades yang melakukan penyimpangan anggaran yang masuk ke desa.

“Suport anggaran, baik Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) harusnya membuat para Kades bekerja lebih optimal dan terhindar dari penyimpangan. Karena itu, kami berharap pihak berkompeten maupun aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terkait anggaran desa salah satunya Banprov,” katanya.

Sementara itu, Penjabat sementara (PJs) Kades Kapunduhan yang juga Kasi Pemerintahan (Kasipem) kantor Kecamatan Cijaku, Soip Hardiwinata,l membenarkan, di Desa Kapunduhan hingga sekarang belum ada perpustakaan desa yang didanai dari dana Banprov.

“Sudah dibelanjakan, nunggu Minggu depan. lemari dan buku tinggal ngambil di Cibadak Rangkasbitung. Pemesanan sarana perpustakaan dari dana tersebut dikolektif dengan desa lain,” katanya.

Hanya saja, ketika ditanya soal penarikan anggaran untuk perpustakaan desa, Ia tidak menjawab. Namun, Ia menegaskan bahwa uang untuk sarana tersebut sudah dibelanjakan.

“Ada, tapi belum diambil aja lemari dan bukunya. Dana untu lemari dan buku dibelanjakannya pada 26 Agustus 2019 lalu,” ujarnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here