Al-Khairiyah Sambut Gelar Pahlawan Ki Syam’un

CILEGON, (KB).- Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah berencana menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2, Desember 2018. Untuk menyukseskan acara tersebut, unsur pengurus Al-Alkhairiyah menggelar rapat persiapan. Kabarnya, Rakernas kali ini akan digelar secara istimewa. Karena, akan ada agenda besar dalam Rakernas tersebut, yaitu tasyakuran penganugrahan gelar pahlawan terhadap Brigjen Ki Syam’un.

“Hari ini (Selasa, 16 Oktober 2018), kami menggelar rapat terkait Rakernas. Segala sesuatu dengan persiapan Rakernas tahun ini yang sangat istimewa,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Ade Muslimat seusai rapat jajaran PB Al-Khairiyah, Selasa (16/10/2018).

Ia menuturkan, untuk menyemarakkan Rakernas Al-Khairiyah tahun ini, pihaknya akan mengundang sejumlah tokoh nasional, dari pusat sampai daerah. Selain itu, pihaknya akan mengundang berbagai lapisan masyarakat serta utusan dari Cabang Al-Khairiyah se-Indonesia.

Perguruan Islam Al-Khairiyah bermula dari pendidikan pondok pesantren tradisional salafi yang didirikan oleh Brigjen Ki Syam’un pada 1916. Al-Khairiyah terus mengalami perkembangan dengan berdirinya cabang yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Sampai kini berusia 93 tahun, Al-Khairiyah masih eksis dan terus berupaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

“Banyak alumninya yang sukses menjadi tokoh nasional sampai gelar profesor hingga berkarier di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada Rakernas ke-2 nanti akan terasa istimewa, mengingat akan sekaligus digelar acara tasyakuran persiapan penganugerahan gelar pahlawan kepada Brigjen KH Syam’un sebagai pahlawan nasional. Ki Syam’un pantas mendapatkan gelar pahlawan, karena jasa dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Beliau (Ki Syam’un), adalah sosok yang konsisten mendirikan NKRI. Hingga kini PB Al-Khairiyah berharap, para kadernya memiliki komitmen yang tinggi,” ucapnya.

Rencananya, gelaran Rakernas nanti akan ada beberapa program yang akan dilaksanakan panitia, di antaranya adalah sosialisasi Rakernas, membentuk tim penulisan buku ajar/pelajaran Al-Khairiyah bertahap bagi seluruh madrasah, dan menetapkan setiap Jumat sebagai “Hari Sedekah Jariah Madrasah”. Pihaknya berharap, program sedekah jariah madrasah mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin menuturkan, dalam mendirikan pendidikan, Al-Khairiyah tidak selalu profit oriented. Buktinya, saat ini Al-Khairiyah ikut bersama-sama dengan pemerintah menyukseskan dunia pendidikan.

“Tidak ada profit oriented, bagi kami dalam mengembangkan dunia pendidikan, meneruskan cita-cita almarhum pak Syamun ikhlas. Walau bagaimanapun dunia pendidikan harus maju tanpa adanya komersialisasi,” tutur pria yang akrab disapa Mumu tersebut. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here