Aktivis Minta Maaf, Demo Kasus ITE Berakhir Damai

LEBAK, (KB).- Aksi demo yang dilakukan pemuda dan mahasiswa berujung pada permintaan maaf di Mapolsek Malingping Kabupaten Lebak, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 17.15. Aktivis pemilik akun Eggi Ramadhan yang merupakan terlapor menyatakan kesiapannya menyampaikan permohonan maaf yang dituangkan di media sosial (facebook).

Menurut pantauan, aksi yang dilakukan massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Banten (Alamba) sebelumnya berlangsung nyaris ricuh. Selain sempat terjadi saling dorong dengan petugas saat mereka menerobos pintu gerbang kantor Kecamatan Malingping yang dijaga sejumlah aparat kepolisian juga sempat terjadi aksi bakar ban.

Dalam aksi demo yang dilakukan Alamba di depan kantor Kecamatan Malingping yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Camat Malingping Sukanta bersikeras tidak mau menandatangani pernyataan yang disodorkan oleh korlap aksi Erot Rohman sebelum terlapor Eggi Ramadhan dkk mengklarifikasi terlebih dahulu maksud dan tujuan. Serta, motivasi memposting status dan komentar yang dinilainya telah kebablasan yang ditujukan oleh beberapa postingan komentar baik yang dilakukan oleh pemilik status Eggi Ramadhan maupun rekannya.

Beberapa postingan yang membuat Sukanta mengadukan hal tersebut di antaranya, duruk (bakar) yang dipertajam dengan komentar Eggi Ramadhan yakni ”kalau ajak saya harus pasti bakar aja gedungnya”, ”bubarkan kecamatan” dan beberapa komentar yang membuat dirinya merasa tidak nyaman. “Saya tidak bermaksud mau memenjarakan siapapun, silakan klarifikasi ke polisi soal postingan itu di facebook. Laporan itu belum laporan polisi, tapi laporan pengaduan agar polisi dapat membantu melakukam klarifikasi,” ujar Sukanta di hadapan puluhan massa pendemo, Rabu (2/8/2017).

Sukanta menjelaskan, jika Eggi Ramadhan kemarin saat diundang polisi dapat hadir dan mau mengklarifikasi, mungkin aksi demo tidak akan terjadi. “Mencabut laporan itu hal yang mudah. Hari ini pun kalau Eggi dan kawan-kawan mau mengklarifikasi postingan di facebook itu ke polisi, saya siap mencabut,” tuturnya. Usai mendapat penjelasan dari Sukanta, selang beberapa jam kemudian Eggi Ramadhan dan massa Alamba, serta Camat Malingping dan jajarannya mendatangi Mapolsek untuk dilakukan mediasi. Dipimpin Kapolsek Malingping dalam mediasi yang dihadiri Camat Malingping Sukanta, Eggi Ramadhan dan kuasa hukumnya, Deni.

Mediasi yang berlangsung sekitar satu jam dan berakhir sekitar pukul 17.15 ini menghasilkan kesepakatan yang menuangkan sebanyak 8 poin kesepakatan. Di antaranya, pihak ke satu dalam hal ini Camat Malingping Sukanta dan pihak ke dua, Eggi Ramadhan telah saling memaafkan dan masalah ini hanya kesalahpahaman. Dan, Sukanta telah mencabut kembali laporan pengaduan di Polsek Malingping yang diadukan pada tanggal 28 Juli 2017. Sukanta juga meminta kepada Eggi untuk meminta maaf yang dituangkan kedalam media sosial FB.

Penasihat hukum Eggi Ramadhan dan kawan-kawan, Deni Mulyawan SH, membenarkan bahwa antara kliennya dan camat sudah islah. Perlu diketahui dan sebagai klarifikasi dari klien kami bahwa postingan Eggi Ramadhan di akun facebooknya tidak ada masalah dengan Camat Malingping, yang dipersoalkan adalah adanya palayanan kecamatan yang kurang memuaskan. ”Jadi jika ada keluarga Pak Camat yang merasa tersinggung, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dengan adanya islah ini semoga menjadi sebuah pembelajaran ke depannya, seperti kepada masyarakat pengguna medsos agar lebih berhati-hati dalam membuat postingan di medsos agar menggunakan bahasa yang santun dan mempunyai batasan,” ujarnya.(H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here