Sabtu, 23 Februari 2019
Sejumlah aktivis mahasiswa dan masyarakat saat melakukan aksi menuntut penutupan galian pasir di Pemkab Lebak, Senin (9/4/2018).*

Aktivis Desak Pemkab Lebak Tutup Galian Pasir

LEBAK, (KB).- Puluhan aktivis mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan (PMPL), mendesak Pemerintah daerah (Pemda) Lebak agar menutup aktivitas tambang galian pasir yang berada di wilayah Lebak Utara. Desakan penutupan penambangan galian pasir itu disampaikan PMPL saat menggelar aksi di depan Pendopo Pemda Lebak, Jalan Abdi Negara, Rangkasbitung, Senin (9/4/2018).

Dalam aksinya, sejumlah peserta nampak membawa spanduk yang menuntut penutupan perusahaan tambang pasir di wilayah Lebak Utara, tepatnya di Kampung Kopi, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira. Dan aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari puluhan personel polisi dari Polres Lebak dan anggota Satpol PP Lebak.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Arif mengatakan, keberadaan perusahaan tambang pasir khususnya di Lebak Utara, tidak membawa dampak positif terhadap masyarakat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan tambang pasir tersebut tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang timbul dari aktivitas pertambangan.

”Pemerintah hanya bisa tutup mata, sementara masyarakat kecil yang merasakan dampak langsung dari aktivitas pertambangan pasir ini. Kami minta Pemkab Lebak untuk menutup perusahaan tambang pasir ini, karena keberadaan tambang pasir lebih banyak madaratnya daripada manfaatnya,” kata Arif dalam orasinya.

Masih kata Arif, jika penutupan perusahaan tambang pasir di wilayah Lebak Utara tidak segera dilakukan, maka pihaknya menilai Pjs Bupati dan wakil rakyat (DPRD Lebak) telah gagal memimpin Lebak.

”Catat kawan-kawan, kita punya wakil rakyat di sini. Wakil-wakil rakyat yang punya fungsi kontrol, wakil-wakil rakyat yang bajingan. Mereka tidak melakukan fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat . Catat kawan-kawan, tahun 2019 nanti jangan pilih anggota DPRD Lebak yang sekarang, mereka tidak punya kemampuan. Jika tidak ada kejelasan dan tidak ada tindak lanjutnya dari permasalahan ini, maka Plt Bupati Lebak kami nilai gagal. Kami minta cabut mandat Gubernur Banten,” ujarnya.

Endang, salah seorang perwakilan aksi saat audiensi dengan Pemda Lebak menuturkan, pihak Pemerintah, Polres dan Instansi terkait berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang dilayangkan oleh PMPL. ”Setelah kami melakukan audiensi tadi, Polres sudah berjanji akan menindaklanjutinya hari ini. Sedangkan Pemda Lebak dan instansi terkait berjanji akan menindaklanjutinya minggu depan,” ujarnya. (Lugay/TS)*


Sekilas Info

Warga Kecamatan Leuwidamar Tewas Disambar Petir

LEBAK, (KB).- Ade bin Sako (35) warga Kampung Cihandam RT 04/RW 02, Desa Cisimeut, Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *