Rabu, 22 Agustus 2018

Aksi Heroik Perempuan Tuna Netra di Tengah Kobaran Api

MUSIBAH atau tragedi akan selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia di dunia. Peristiwa naas baik yang menimpa perorangan dan terlebih kelompok orang akan selalu menjadi daya tarik utama para pemburu berita untuk dapat secara detail melaporkan musibah atau tragedi yang menyangkut keselamatan hidup.

Namun dibalik berita tentang musibah atau tragedi itu, tak jarang kita jumpai pula aksi heroisme yang dilakukan seseorang atau kelompok orang yang seolah tak mengenal rasa takut demi menyelamatkan nyawa orang lain. Seperti misalnya peristiwa kebakaran yang meluluhlantakan rumah berpenghuni tiga kepala keluarga (KK) empat belas jiwa Jumat (27/10/2017) pagi.

Bara api memang sudah berhasil dipadamkan, namun dibalik kobaran api yang membakar rumah Ma Oot (70) di Kampung Talubukur, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak terselip aksi heroik seorang perempuan tuna netra berusia 30 tahun, yang bernama Tuni.

Wanita pengasuh salah seorang bayi berumur 5 bulan anak pasangan Alis dan Ano yang tinggal di rumah tersebut langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP) tanpa memperdulikan keselamatannya. Warga yang melakukan upaya pemadaman tidak bisa mencegah dan hanya tercengang ketika melihat perempuan bernama Tuni yang kedua matanya tidak bisa melihat ini.

Satu persatu, keempat bocah yang terjebak dalam rumah yang sedang dilalap si jago merah, Tuni, karena kehendak yang maha kuasa, wanita tuna netra itu terlihat gesit. ”Saya sedang di rumah, mendengar suara rumah ma Oot terbakar dan ledakan, langsung keluar dan tanpa berpikir panjang. Saya tak memperdulikan warga yang melarang saya masuk. Yang ada dalam pikiran saya menyelamatkan sang bayi berumur lima bulan yang biasa saya asuh,” ujar Tuni.

Dikatakan Tuni, saat berjalan ke rumah yang sedang dilalap api tidak sedikitpun rasa cemas menghinggapinya. ”Mungkin pada saat itu Allah SWT, memberikan kemudahan pada saya sehingga berhasil menyelamatkan ke empat anak salah satunya bayi berumur 5 bulan itu,” katanya sambil menggendong bayi yang berhasil diselamatkannya dengan bahasa Sunda. Di tempat yang sama, pengurus PMI Kecamatan Malingping, Yeni, sangat terharu dengan aksi heroik yang dilakukan Tuni. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Tujuh SMPN Terapkan Lima Hari Sekolah

LEBAK, (KB).- Tujuh SMPN yang tersebar di Kabupaten Lebak pada tahun pelajaran 2018-2019 menerapkan pelaksanaan lima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *