Minggu, 21 Januari 2018
pelabuhan warnasari

Akses Pelabuhan Warnasari Dibahas

CILEGON, (KB).- Pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari, ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi sejumlah industri yang ada di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC). Hal ini akibat adanya sejumlah utilitas industri, tepat di bagian depan akses jalan. Muncul kekhawatiran jika pembangunan akses akan merusak utilitas-utilitas industri. Lantaran hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memanggil PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan sejumlah perwakilan industri.

Pertemuan berlangsung tertutup, di ruang rapat Wali Kota Cilegon, Kamis (11/1/2018). Hadir pada rapat tersebut, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT PCM Arief Rivai Madhawi, Manajer Divisi Umum PT KS Syarif Rahman, serta Manajer Security and General Affair PT KIEC Iip Arief Budiman.

Direktur SDM dan Umum PT PCM Arief Rivai Madhawi mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp40 miliar untuk pembangunan akses jalan. Pintu gerbangnya, kata Arief, berada di Jalan Asia Raya KIEC. Namun, pembangunan akses jalan perlu dilakukan secara hati-hati. Mengingat ada pipa gas milik PT Krakatau Daya Listrik (KDL) yang melintang di bagian depan akses jalan.

“Rencananya sih di area pipa gas akan kami bangun flyover, sehingga tidak mengganggu perusahaan lain. Tentu dalam pengerjaannya, harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya. Pembangunan akses sendiri, tutur mantan Ketua DPRD Cilegon ini, akan dilakukan dalam waktu dekat. Februari nanti, katanya, lelang proyek pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari akan dilakukan. “Sekarang kami sedang persiapkan dokumen-dokumen lelang,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, pembangunan akses Pelabuhan Warnasari harus berkoordinasi dengan berbagai perusahaan di KIEC. Pemkot Cilegon juga akan mengawal proses pembangunan yang dilakukan oleh PT PCM. “Sekarang ini, fokusnya pada akses masuk lewat KIEC. Kedepan, akan ada pula akses dari PT Lotte Chemical di Gerem,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Divisi Umum PT KS Syarif Rahman mengatakan, lokasi yang akan dijadikan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari, berada di atas asset lahan milik PT KDL. Namun secara prinsip, PT KS tidak mempermasalahkannya. “Terkait lahan nantinya akan dibeli atau tidak oleh Pemkot Cilegon, itu bukan kewenangan saya untuk menjawab, karena prosesnya panjang ada di unsur pimpinan,” katanya.

Selain dari persoalan utilitas industry, Syarif memaparkan dampak lain dari pembangunan akses jalan tersebut. Yakni penambahan kepadatan lalu lintas di Jalan Asia Raya. Ia menilai lalulintas di jalan itu cukup padat. Karena itu pihaknya berharap adanya amdal lalin sebelum proyek dilaksanakan. Pada bagian lain, Manajer Security and General Affair PT KIEC Iip Arif Budiman mengatakan, mendukung pembangunan akses Pelabuhan Warnasari, namun Ia berharap agar pembangunan akses menuju Pelabuhan Warnasari tidak menggu aktivitas perusahaan di Kawasan industri Krakatau Steel.(AH)***


Sekilas Info

LDK Babunnajah Perkenalkan Budaya Marawis

MARAWIS merupakan salah satu jenis band tepuk dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *