Akibat Program Pendidikan Gratis, SMA/SMK Swasta Terancam Tutup

SERANG, (KB).- Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terancam tutup, akibat program pendidikan gratis. Sebab, program tersebut membuat masyarakat berlomba-lomba masuk sekolah negeri dan sekolah swasta kekurangan siswa.

Anggota Komisi V DPRD Banten Furtasan Ali Yusuf menilai, program pendidikan gratis di SLTA negeri yang dilaksanakan Pemprov Banten mengancam keberadaan SLTA berstatus swasta. Sebab, program pendidikan membuat banyak masyarakat berlomba-lomba masuk negeri, sehingga sekolah swasta kekurangan siswa.

“Akibatnya, sekolah-sekolah swasta di Banten mulai pesimistis. Akhirnya ada bahasa bebanting. Kalau pemerintah tidak butuh sekolah swasta lagi, tinggal tutup aja. Itu bahasa bebantingnya,” ujar Furtasan saat ditemui wartawan di ruang Komisi V DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (6/12/2019).

Di sisi lain, politisi Partai Nasdem ini menilai, perhatian pemda terhadap SLTA swasta di Banten masih kurang.

“Kalau lihat animo masyarakat saat ini, yang berebut agar bisa menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah negeri, membuat sekolah swasta merasa tersisihkan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, ia meminta Pemprov Banten memperhatikan letak pembangunan SLTA baru. Ia berharap, pembangunan SLTA baru tak berdekatan dengan SLTA swasta. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga persaingan antara SLTA swasta dan negeri.

Lebih lanjut Fustasan menilai, terminologi pendidikan gratis yang membuat para siswa SLTA negeri beranggapan seluruh layanan pendidikan didapatkan gratis.

“Mulai dari sepatu, baju, tas, seragam buku semuanya menjadi dianggap gratis. Pemprov Banten harus bisa mengembalikan terminologi sebelumnya tentang pendidikan sebenarnya,” ujarnya.

Sisi pembiayaan

Sebelumnya, Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, pendidikan gratis tak terkait dengan pemberian seragam, buku, sepatu dan tas. Pendidikan gratis hanya berlaku pada sisi pembiayaan.

“Jadi ini harus diluruskan. Bukan tas, atau sepatu, tapi biaya sekolahnya yang gratis,” tuturnya.

Terkait program pendidikan gratis yang dianggap mengancam keberadaan SLTA swasta, wartawan sudah berusaha melakukan konfirmasi kepada Sekda Banten melalui layanan pesan singkat. Akan tetapi, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here