Aje Kendor Setahun Memimpin, APBD Minim Jadi Soal

SERANG, (KB).- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang yang minim dianggap menjadi persoalan, bagi pasangan “Aje Kendor” yang sudah genap memimpin selama satu tahun. Alasannya, hal itu menjadi kendala bagi pelaksanaan beberapa janji politik hingga menimbulkan Pekerjaan Rumah (PR) dalam pemerintahan pasangan Syafrudin-Subadri.

Pasangan Aje Kendor pun mengakui jika program seratus hari serta janji politiknya belum bisa dilaksanakan secara maksimal salah satunya diakibatkan karena minimnya APBD Kota Serang.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, seluruh persoalan serta janji dan PR yang belum bisa ia selesaikan bersama Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin, akan menjadi bahan evaluasi. Salah satunya disebabkan karena minimnya APBD Kota Serang.

“Ada beberapa hal yang terkait kekurangan, dan ini memang harus dievaluasi oleh seluruhnya. Baik oleh mahasiswa, insan pers, maupun DPRD. Sehingga, kami bisa bekerja secara maksimal dan apa yang menjadi PR kami, serta keluhan di masyarakat dapat terselesaikan. Kami juga kan terkendala dengan APBD yang sangat kecil dan tahun ini, anggaran kami sudah di ketok palu,” ujarnya, dalam diskusi refleksi satu tahun Aje Kendor di Gedung Bersama Ciceri Kota Serang, Sabtu (8/12/2019).

Pihaknya pun meminta bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat, mahasiswa serta pers untuk bersama-sama menyampaikan kritik membangun kepada keduanya.

Meski begitu, Syafrudin mengatakan, belum maksimal bukan berarti tidak ada perubahan. Akan tetapi, banyak yang telah dilakukan pemkot, untuk perubahan dan pembangunan di Kota Serang. Salah satunya pelebaran jalan di Pintu Keluar Tol Serang Timur. Meski menggunakan anggaran Pemprov Banten, ia mengklaim hal tersebut berdasarkan hasil komunikasi pihaknya dengan pemprov.

“Kalau dibilang tidak ada perubahan, tidak mungkin. Contohnya jembatan di Pekarungan, kemudian pelebaran jalan di keluar pintu tol Serang Timur. Sehingga dapat terlihat lebih baik, itu juga kan beberapa perubahan yang kami lakukan. Walaupun memang pelebaran jalan menggunakan dana dari provinsi, tapi itu atas koordinasi kami, Pemkot Serang,” katanya.

Selain itu, kata dia, penataan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Pasar Lama, Stadion Maulana Yusuf (MY) dan Pasar Induk Rau hanya dapat ditertibkan saat kepemimpinannya. Ia mengatakan, kemacetan di Jalan Pasar Lama pun sudah mulai teratasi saat kepemimpinannya.

“Memang benar belum maksimal, dan ada yang tidak puas itu adalah hal yang wajar, hal yang biasa,” ujarnya.

Baca Juga : Syafrudin-Subadri Dianggap tak Mampu Bawa Kemajuan, Puspemkot Serang ”Disegel”

Senada diungkapkan Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin yang mengaku kinerjanya saat ini belum maksimal. Kemudian, soal penataan PKL, ia menjelaskan masih berjalan dan itu semua dilakukan untuk mengembalikan fungsi dari kawasan, baik stadion maupun pasar.

“Saya sepakat, kami berdua sadar, masih belum maksimal, belum memberikan yang terbaik untuk Kota Serang. Namun kami secara berangkulan, bersama-sama, kami juga pelan-pelan mencoba menunaikan janji-janji tersebut. Karena untuk menunaikannya membutuhkan waktu dan proses,” ujarnya.

Kedudukan yang didapatkannya saat ini, kata dia, didasarkan pada janji yang telah disampaikan kepada masyarakat. Namun, untuk realisasi terhadap kinerjanya, ia serahkan kepada masyarakat. Sehingga nanti, bisa berjalan beriringan, sebab pembangunan Kota Serang melibatkan seluruh elemen masyarakat serta unsur lainnya.

“Terkait bagaimana realisasinya, kami menyerahkan penilaiannya kepada masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan beberapa hal yang telah dilakukan untuk melestarikan kebudayaan Kota Serang. Mulai dari penamaan taman, hingga rencana untuk membuat peraturan tentang sehari menggunakan bahasa Jawa Serang (Jaseng).

“Kebudayaan juga penting, maka kami pun akan melestarikannya dengan memperkuat melalui peraturan daerah. Ada Jaseng, bebasan sampai makanan khas pun ada,” tuturnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here