”Aje Kendor” Meskipun Puasa

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

Oleh : H. Syafrudin, S.Sos, M.Si

“Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tak terasa kita sudah memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan. Menjalani ibadah puasa, tentu banyak hikmah yang bisa kita rasakan, dari jam ke jam maupun hari per hari. Bulan Ramadan, sebagai bulan yang penuh keistimewaan harus dimanfaatkan dengan baik atas dasar keikhlasan, semata-mata mengharapkan ridla Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Bulan puasa Ramadan juga merupakan bulan dimana Allah SWT akan mengampuni segala dosa yang telah lalu, apabila mengerjakannya dengan dasar iman dan keridlaan Allah SWT. Ibadah puasa Ramadan, dari berbagai aspek manapun akan ditemukan keistimewaan-keistimewaan. Bukan hanya bagi pribadi yang menjalaninya tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Oleh karena itu, menjalani ibadah puasa Ramadan harus didasari keikhlasan. Dengan demikian, akan terasa kenikmatan menjalaninya. Dalam bulan suci Ramadan ini, sangat dianjurkan untuk melaksanakan amaliah Ramadan, selain juga ibadah ritual seperti Salat Tarawih, tadarus Alquran, dan salat malam.

Amaliah Ramadan itu yakni kita hendaknya membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu. Dengan memberi sedekah, dan bantuan-bantuan lainnya. Di bulan puasa Ramadan ini, silaturahim, saling berbagi dengan kalangan tidak mampu, merupakan salah satu esensi dan kenikmatan ibadah puasa.

Bagi kalangan aparatur Pemerintah Kota Serang, pada bulan puasa Ramadan hendaklah terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, termasuk kepekaan terhadap kalangan yang tidak mampu.

Dengan moto “Kota Madani”, Kota Serang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan berbagai pembenahan terhadap layanan publik. Antara lain, dalam hal mengatasi kemacetan di Kota Serang, bahu membahu dengan Pemprov Banten dalam penataan kawasan Banten Lama, dan berbagai program prioritas lainnya.

Semua ikhtiar Pemkot Serang tentu saja membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat. Pada bulan Ramadan ini, semangat silaturahim harus terus dieratkan, antara pemerintah dan masyarakat serta elemen-elemen lain. Pemkot Serang menyadari dengan tingginya ekspektasi terhadap Kota Serang, maka beban yang dipikul oleh aparatur pasti berat. Tetapi dengan dukungan semua elemen masyarakat, akan terasa ringan.

Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten pada bulan Ramadan pasti menjadi perhatian. Salah satunya karena magnet Kota Serang yang menjadi daerah dengan sejuta aneka makanan khas berbuka puasa. Saya merasa bangga, Kota Serang menampilkan sisi-sisi yang menarik bagi masyarakat Banten maupun daerah lain.

Berbagai potensi yang ada di Kota Serang terus dikembangkan. Ini lah tugas yang terus dikerjakan segenap aparatur Kota Serang. Pada bulan puasa ini, tugas sebagai abdi negara tak akan pernah menurun sebagaimana jargon “Aje Kendor” yang terus ditanamkan sebagai bagian dari spirit atau etos kerja.

Saya menekankan kepada seluruh aparatur di Pemkot Serang “Aje Kendor” meskipun sedang berpuasa. Pasti ada godaan saat berpuasa, baik saat menahan haus dan lapar, tetapi juga godaan amarah maupun lainnya. Tetapi itu semua merupakan cobaan dalam melatih kesabarannya. Insya Allah, kita semua menjadi pribadi yang muttaqien. (Penulis adalah Wali Kota Serang)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here