Jumat, 22 Juni 2018

Ajang Sosiopreneur di India, Warga Lebak Wakili Indonesia

SEORANG ibu rumah tangga warga Kampung Pasir Sukarayat, Kabupaten Lebak, Linda Noviana (28) terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Pemuda Pemberdaya di Champawatt, Uttarakhand pegunungan Himalaya, India yang diadakan oleh PBB/UN pada tanggal 21-25 Februari 2018. Kegiatan ini merupakan pemberdayaan terhadap masyarakat, yang secara definisi adalah sosiopreneur, atau berarti seseorang yang konsen terhadap pemecahan permasalahan sosial dari lingkungan sekitar yang bisa membantu dalam pemberian dampak ekonomi.

Acara yang digelar oleh Dais Foundation Collaborate District Champawwat Supported by PBB/UN Sustainable Development Goal, diikuti oleh 107 peserta dari 16 negara, dengan batasan usia di bawah 30 tahun yang bertujuan untuk mempertemukan para sosiopreneur agar bisa bertukar (sharing) ide dan informasi program dari tiap-tiap delegasi negara.

Menurut Linda Noviana, keikutsertaannya pada ajang sosiopreneur itu berawal saat dirinya mendapat informasi mengenai kegiatan ini dari internet. Kemudian dirinya mempelajari dan mencoba untuk apply. “Saya mengisi banyak kolom dan kemudian menceritakan proyek sospren saya, kemudian panitia melakukan seleksi dari isian tersebut dan akhirnya saya terpilih. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi hanya dipilih tiga orang dan alhamdulillah saya adalah salah satunya,” katanya ketika disambangi Kabar Banten di kediamannya, Senin (26/2/2018).

Linda menjelaskan, dalam konferensi tersebut ada beberapa kegiatan yang ia ikuti. Di antaranya, liat bazar pegiat sospren di India, perkenalan seluruh delegasi dan proyek sosprennya, konferensi tema pendidikan dan perdamaian, konferensi tema keseimbangan iklim dan lingkungan serta energi terbaharukan, acara outdoor dari Ashoka Community, culture pembacaan puisi dalam Hindi language dan menyanyikan lagu perpisahan dari kazakstan serta kamping di Gunung Kumaon (bagian dari Pegunungan Himalaya).

Linda menambahkan, dalam konferensi tersebut, dia mempresentasikan kegiatan sosprennya yang pernah dilaksanakan di Kecamatan Cibadak, yaitu memberdayakan ibu-ibu di kampung dengan menanam tanaman hortikultura di halaman rumah masing-masing untuk kebutuhan rumah tangga pribadi juga untuk dijual. Serta memberdayakan petani beras merah di Citorek untuk mencukupi kebutuhan mereka dan menambah penghasilan.

“Sungguh mengesankan bisa mengikuti kegiatan ini. Saya mendapatkan banyak sekali kebaikan. Banyak ilmu, banyak ide, banyak semangat dan banyak teman pastinya. Berada di sini juga membuat saya semakin yakin bahwa menjadi sosiopreneur adalah pilihan terbaik untuk membantu memajukan bangsa dan negara,” tuturnya. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Wisatawan Serbu Pantai Sawarna dan Bageudur

MASSA libur panjang, seperti halnya libur Hari Raya Idulfitri sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *