Ajak Pengunjung Cintai Lingkungan, Tangcity Mall Kampanyekan Diet Plastik

TANGERANG, (KB).- Tangcity Mall mengajak tenant dan pengunjung mal untuk mencintai lingkungan dengan cara stop pakai kantong dan botol plastik, minimal di mal tersebut.

“Kegiatan ini namanya Tangcity Mall Zero Waste Campaign, No Plastic No Problem. Jadi kita mengedukasi terutama ribuan tenant dan pengunjung mal, kalau tanpa plastik itu sebenarnya tidak masalah,” ujar Intan Amalia, Media Relation Tangcity Mall, Jumat (14/2/2020).

Untuk menggambarkan berbahaya dan memprihatinkannya dampak sampah plastik terutama di Kota Tangerang, pihak mal mendatangkan pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup setempat dan aktifis lingkungan nasional.

“Jadi, pengunjung atau tenant bisa mengetahui langsung yang terjadi di Kota Tangerang itu seperti apa. Lalu bagaimana bahayanya sampah plastik bila tidak terkendali,” kata Intan.

Di mal yang berada di pusat Kota Tangerang tersebut, sudah menerapkan beberapa langkah untuk membiasakan gaya hidup tanpa plastik. Seperti disediakannya drop box untuk penukaran botol plastik, misalnya, pengunjung membawa 20 botol bekas, lalu bisa ditukar dengan hadiah menarik.

“Ada juga, setiap tanggal 28 di tiap bulannya, bagi pengunjung yang bawa tumbler sendiri, lalu mendatangi costumer service, nanti akan diberikan vocer gratis minuman di beberapa tenant kami,” beber Intan.

Sementara, Kasie Pengurangan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup, Dika Agus mengatakan, sejak 2017, presentase sampah plastik dan non organik lainnya di pembuangan akhir Rawa Kucing Kota Tangerang, mencapai 40 persen.

“Kalau hasil kajian yang kita lakukan, itu 2012, 80 persen organik, sisanya 20 persen ada plastik, sterofom, dan sebagainya,” katanya, saat ditemui seusai talkshow.

Lalu di 2017, naik menjadi 40 persen sampah plastik, sterofom, kayu dan sampah lainnya non organik. Dika memaparkan dampak yang akan terjadi, bilamana sampah plastik atau non organik mendominasi di TPA. Contoh besarnya saja, lanjut Dika, lenfil cepat penuh dan gas metan akan terperangkap.

“Itu bisa mengakibatkan ledakan, bisa meledak, ini yang dikhawatirkan,” kata Dika.

Makanya, amat penting gaya hidup tanpa plastik dilakukan. Dika menyebutnya sebagai ‘diet plastik’, dimana menjadi solusi utama dalam pengurangan jumlah plastik di TPA.

“Ada lagi sedekah sampah, ini juga salah satu upaya kita bekerjasama dengan Baznas, dengan mengajak masyarakat kita, sedekah itu tidak juga dengan uang, bisa juga dengan sampah seperti botol plastik,” tukasnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here