Aisyiyah Banten ‘Trauma Heling’ Korban Tsunami Selat Sunda

PANDEGLANG, (KB).- Dua bulan pascabencana tsunami Selat Sunda kondisi warga yang terdampak, baik secara sosial, material maupun spiritual masih belum pulih seperti semula.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Banten bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Pandeglang sejak seminggu pascabencana sampai bulan depan melakukan kegiatan psikososial atau trauma healing di 12 lokasi dari 6 kecamatan di Pandeglang yang terdampak tsunami.

Kegiatan yang dilakukan seminggu sekali ini juga bekerjasama dengan MDMC (Muhammadiyah Destire Medical Center) Banten yang menyediakan pengadaan logistik dan relawan psikososial anak-anak.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Banten Dr. Ima Ni’mah, M. Pd mengatakan, pihaknya bersyukur karena hingga hari ini Aisyiyah masih bisa secara intens mengunjungi warga yang terdampak sehingga bisa tahu perkembangan psikologis, perputaran perekenomian dan kondisi infrastruktur warga secara real, ujarnya.

Sementara, Milla Fadhlia Sekretaris Daerah Aisyiyah Pandeglang mengatakan, pihaknya sangat bahagia menjadi bagian dari kegiatan ini karena bisa secara langsung berinteraksi dan berbuat yang sekiranya bisa memberikan manfaat bagi mereka (korban terdampak tsunami), ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan psikososial ini diisi dengan pemberian tausiyah pada orangtua, bercerita, game, nonton bareng, dan gelar buku pada anak-anak.

“Alhamdulillah, antusiasme warga untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, sehingga setiap kegiatan dilakukan, warga yang hadir selalu melebihi kapasitas ruang yang ditempati. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi mereka,” ujar Milla. (SY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here