Air Sungai Cisadane Kian Menyusut, PDAM TB Kota Tangerang Mulai Waswas

TANGERANG, (KB).- Tak juga turun hujan kondisi debit air Sungai Cisadane kian hari terus menyusut. Hal tersebut, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang menjadi waswas.

Sebab, jika dalam dua atau satu minggu tak juga turun hujan, BUMD Kota Tangerang tersebut, akan menghadapi krisis air, terlebih kepada sejumlah pelanggannya.

Direktur PDAM TB Kota Tangerang Sumarya menuturkan, sejak sebulan terakhir debit air di Sungai Cisadane setiap harinya menyusut 5 sentimeter. Meskipun begitu, pihaknya terus berupaya menyuplai air bersih secara kepada pelanggannya.

Ia menjelaskan, debit air di Sungai Cisadane saat ini berada dalam ketinggian 11,20 meter. Sementara, ketinggian air pada intake 2,8 meter. “Penyusutannya sudah mulai jauh dan kami hari ini (kemarin) berusaha menormalkan air di Sungai Cisadane,” katanya.

Untuk itu, mau tidak mau pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pemasangan pompa air pada intake. “Sehingga, dengan pompa Dinas PUPR intake berada di ketinggian 3 meter. Karena, jika ketinggian intake 2,5 meter sudah warning,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika intake PDAM berada dalam ketinggian debit air 2,5 meter, maka akan berdampak terhadap kualitas yang nantinya sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

“Yang masuk itu sedimentasi lumpur, bukan air, sehingga ada endapan kotor,” ucapnya yang diamini Asisten Manager Humas dan Pengaduan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Ichsan Sodikin.

Oleh karena itu, dia berharap, wilayah Bogor dan Tangerang segera turun hujan, agar kuantitas air baku normal. Karena, jika kondisi saat ini terus terjadi, suplai air hanya mampu hingga dua bulan mendatang.

“Kami juga memohon maaf kepada masyarakat atas kondisi yang saat ini sedang terjadi. Karena, kalau alam kami tidak bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan turun hujan,” tuturnya.

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menuturkan, bahwa pihaknya telah menginstruksikan ke PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk bersiaga dalam mendistribusikan air bersih.

Sebab, hal tersebut, langkah yang diambil untuk mengantisipasi kemarau panjang yang melanda Kota Tangerang. “Kemarin kami sudah instruksikan PDAM semua kendaraan taman dan BPBD disiapkan ya untuk distribusi air,” katanya.

Selain itu, dia telah mengintruksikan ke camat di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang untuk melihat kondisi dan mendengarkan keluhan masyarakat dalam hal untuk mengantisipasi kekeringan. “Jadi, kalau ada masyarakat yang punya keluhan kaitan kekeringan biar melaporkan nanti kami kirim air bersihnya,” ucapnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here