Air PDAM tidak Mengalir, Warga Ancam Berhenti Berlangganan

Seorang petugas PDAM sedang melakukan pengecekan pada pompa pendistribusian air pada Instalasi Pengolahan Air di Desa Cilangkap Kecamatan Kalanganyar.*

LEBAK, (KB).- Sejumlah pelanggan air bersih PDAM dari Kampung Aweh, Kecamatan Kalanganyar mengeluhkan terus tersendatnya distribusi atau pasokan air ke rumah mereka sejak beberapa pekan belakangan ini. Bahkan sejak empat hari lalu, pasokan air ke rumah pelanggan nyaris terhenti total.

Seorang warga perumahan Aweh Residence, Syofi menyatakan, terhentinya pasokan air PDAM jelas sangat mengganggu aktivitas keluarganya, serta pelanggan lainnya.

“Sudah empat hari air PAM di wilayah kami mati. Kondisi ini tentu sangat mengganggu dan berdampak tidak baik bagi kami. Apalagi ini bulan puasa, kami banyak memerlukan pasokan air bersih untuk memasak,” kata Syofi, Ahad (27/5/2018).

Menurutnya, pihaknya dan sejumlah warga lainnya telah berulang kali menyampaikan keluhan pada pihak PDAM terkait tersendatnya atau macetnya distribusi air ke rumah pelanggan.

Ini bukan terjadi sekali saja. Di Aweh aliran PAM memang sering tidak mengalir, hingga akhirnya mengakibatkan kami sebagai pelanggan merasa kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” ujarnya.

Wahyu, yang juga merupakan pelanggan PDAM di Kampung Aweh menambahkan, akibat seringnya PDAM tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pelanggannya, tidak mustahil akan ditinggalkan pelanggan.

“Kalau selalu seperti ini, bisa-bisa ibadah kami di bulan Ramadan ini akan terganggu dengan tidak mengalirnya air PAM ke rumah kami. Kalau terus seperti ini, PDAM bisa ditinggalkan pelanggan,” ucap Wahyu dengan nada kesal.
Menurutnya, akibat sering seperti ini, Wahyu akan memasang jetpum dan berhenti berlangganan PDAM.

” Yang jelas kami sebagai pelanggan merasa kecewa dengan kinerja PDAM yang tidak bisa tanggap dan respon terhadap keluhan kami sebagai pelanggan. Buktinya saja, sudah empat hari wilayah kami tidak bisa mendapatkan air bersih, dan tidak menutup kemungkinan semua pelanggan akan beralih ke jetpum dan akan berhenti berlangganan PDAM,” ucapnya.

Sebelumnya, awal April lalu, PDAM telah memperbarui pompa pendistribusian air pada instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, untuk mengatasi permasalahan pendistribusian air pada pelanggan.

Dengan adanya pergantian pompa yang usianya sudah mencapai puluhan tahun serta sering mengakibatkan gangguan pelayanan pendistribusian air, diharapkan dapat mengatasi permasalahan pasokan air ke pelanggan.

Kepala Unit PDAM Kalanganyar, Aji Suraji membenarkan, pompa pendistrusian yang sering mengalami kerusakan serta mengganggu kelancaran pelayanan kepada pelanggan pada IPA Cilangkap, telah diganti pihak manajemen PDAM Lebak. Bahkan, kini pompa tersebut sudah dipasang, sehingga pelayanan kepada para pelanggan PDAM di Kalanganyar dan sekitarnya kembali lancar.

”Dalam satu bulan kemarin (Maret), pompa yang lama sempat mengalami kerusakan hingga puluhan kali. Bahkan, ketika diperbaiki, hanya beberapa jam normal, selanjutnya rusak kembali. Karena berdampak kepada buruknya pelayanan, maka pihak PDAM Lebak memutuskan untuk segera melakukan penggantian pompa pendistribusian tersebut,” tutur Aji Suraji.

Ditambahkannya, meski telah diganti menggunakan pompa pendistribusian yang baru, pihaknya tetap melakukan pengontrolannya. Sebab hingga saat ini, pengoperasian pompa pendistribusian yang baru masih dalam tahap percobaan. ”Meski pompanya baru, kami tetap melakukan pengecekannya, sehingga apabila bermasalah, maka kami bisa cepat melakukan penanganannya,” katanya.

Direktur PDAM Lebak, Oya Masri menambahkan, terkait pompa pendistribusian yang sering rusak, memang sangat mengganggu terhadap normalisasi pelayanan kepada para pelanggan PDAM. ”Kami mohon maaf, apabila selama ini pendistribusian air kepada para pelanggan sering mengalami gangguan,” kata Oya Masri. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here