Agus Wisas Diminta Pimpin Hoki Banten

SERANG, (KB).- Agus R Wisas yang merupakan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten diminta untuk memimpin Pengurus Provinsi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Banten periode 2017-2021. Hal tersebut semakin memanaskan bursa persaingan Ketua Pengprov FHI Banten, setelah sebelumnya Sekretaris FHI Banten, Pepep Mochammad Syafe’i memiliki hasrat menempati kursi tersebut. Suara dukungan tersebut muncul dari Pengcab FHI Kabupaten Serang, lebih tepatnya melalui wakil ketua mereka, Muhammad Apip.

Ia mengatakan, Agus R Wisas merupakan sosok yang pantas untuk dapat mengepalai Hoki Banten hingga empat tahun ke depan. “Beliau itu memang berasal dari dunia olah raga. Lulusan Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan (FPOK) UPI Bandung. Maka dari itu, saya berani mengusung beliau,” katanya. Selain itu, dia menilai, background Agus R Wisas yang saat ini menduduki Wakil Ketua Kadin Banten menjadi kelebihan tersendiri yang dimilikinya. Hal tersebut diyakini dapat memajukan cabang olah raga Hoki Banten pada bidang prestasi di tingkat nasional.

“Saya yakin dengan adanya beliau Hoki Banten akan menjadi nomor satu di Indonesia. Bukan tidak mungkin, karena sebelumnya Banten meraih medali perak di PON Jawa Barat. Jika nanti diketuai Agus Wisas, saya yakin Banten dapat meraih medali emas di PON Papua 2020 mendatang,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Agus R Wisas secara terang-terangan siap untuk menjadi Ketua Umum Pengprov FHI Banten. Akan tetapi, dia memiliki syarat khusus yang diminta kepada kepengurusan FHI Banten, jika dia menjadi pimpinan otoritas tertinggi cabang olah raga hoki di Banten.

“Saya sudah katakan kepada mereka, saya siap untuk menjadi Ketua FHI Banten, tapi dengan syarat harus ada peningkatan prestasi Hoki Banten. Jika memang sebelumnya Banten meraih medali perak, ya dengan adanya saya harus medali emas di PON Papua nanti. Mereka bilang siap untuk meraih medali emas itu,” ucapnya. Tidak hanya itu, dia siap mencarikan bapak angkat untuk cabang olah raga Hoki Banten, demi peningkatan prestasi di kancah nasional. “Para pengusaha itu tidak mau mengeluarkan uangnya dengan cuma-cuma untuk membantu kami. Harus bisa menunjukkan prestasi dan progres yang tepat,” tuturnya. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here