Rabu, 26 September 2018

Agus-Samsul tak Terima Hasil Verifikasi, KPU Kota Serang Diancam Dilaporkan

SERANG, (KB).- KPU Kota Serang diancam dilaporkan oleh pasangan calon dari jalur perseorangan, Agus Irawan Hasbullah dan Samsul Bahri, yang tidak menerima hasil verifikasi faktual yang disampaikan dalam rapat pleno verifikasi faktual dukungan perbaikan pasangan bakal calon perseorangan, di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (9/2/2018). Suasana pleno juga sempat memanas karena hasil verifikasi administrasi dukungan perbaikan yang dianggap cacat hukum.

Pantauan wartawan, rapat pleno dimulai sekitar pukul 14.30, yang dipimpin Komisioner KPU Kota Serang. Dalam rapat pleon itu, hadir Agus Irawan beserta kuasa hukum, Cecep Azhar, Ketua Liaison Officer (LO) dan beberapa pendukung, serta undangan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), unsur Kepolisian, Kodim, serta Panwaslu Kota Serang.

Pada tahap awal, rapat dibuka oleh Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin, selanjutnya Komisioner KPU Kota Serang, Fierly MM mempersilakan PPK se-Kota Serang menyampaikan hasil pleno verifikasi faktual secara bergantian. Dalam penyampaiannya seluruh PPK menyatakan, berdasarkan hasil verifikasi faktual, dukungan perbaikan di tiap-tiap kecamatan tidak ada yang memenuhi syarat.

Usai PPK, Fierly kemudian mempersilakan pabaslon menanggapi hasil pleno dan ditanggapi oleh kuasa hukum pabaslon, Cecep Azhar. Dalam pernyataannya, ia tidak mempersoalkan hasil verifikasi faktual. Sebab, pabaslon sendiri tidak menghadirkan pendukung saat jadwal verifikasi faktual. Alasannya, angka dukungan 23.213 sudah jauh dari jumlah minimal dukungan yang ditentukan untuk dapat maju dalam Pilkada Kota Serang sebanyak 38.700. Sekalipun angka 23.213 ditambah dukungan yang memenuhi syarat pada dukungan awal sebanyak 9.468, hasilnya hanya 32.681.

Kejanggalan

Namun, ia mempersoalkan hasil verifikasi administrasi yang menyatakan dukungan memenuhi syarat hanya 23.213. Angka itu didapatkan dari proses yang banyak kejanggalan. Di antaranya, KPU menyatakan banyak dukungan yang ganda dengan pasangan bakal calon perseorangan lain, Samsul Hidayat-Rohman. Tapi di sisi lain, KPU hanya berdasar pada data sistem informasi pencalonan (silon).

Selanjutnya, KPU juga menyatakan banyak pendukung yang sudah membuat surat pernyataan tidak mendukung tetap dilampirkan, tapi surat pernyataannya sendiri hanya beberapa saja yang ditunjukkan.”Kami sudah meminta data-data bukti bahwa surat pernyataan tidak mendukung itu ada, tapi belum dikasih,” katanya.
Ditemui usai rapat pleno, bakal calon Wali Kota Serang, Agus Irawan akan menggugat KPU Kota Serang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Panwaslu Kota Serang, dan Bawaslu Provinsi Banten. Jikanya hasil tidak juga memuaskan, ia akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Saya tidak akan berhenti sampai menjadi calon,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, rapat pleno verifikasi faktual dukungan perbaikan hanya membahas hasil verifikasi faktual. Keberatan tentang verifikasi administrasi tidak dapat disampaikan dalam forum tersebut. Ia mempersilakan pasangan bakal calon untuk menempuh jalur lain, dengan menggugat ke Panwaslu Kota Serang. “Kami akan hadapi gugatan,” tuturnya. (SN)***


Sekilas Info

Peringatan HUT ke-18, Pemprov Banten Siapkan Pesta Rakyat

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan pesta rakyat dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *