Senin, 23 April 2018
Pjs Bupati Lebak, Ino S Rawita dan Ketua MUI Banten Dr. H. Romli selaku Badan Akreditasi Provinsi sekaligus asesor akreditasi sekolah-sekolah, bersama pengurus Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia Lebak, pada Muskab II APSI Lebak, Selasa (20/3/2018).*

Agus Hermawanto Pimpin APSI Lebak

LEBAK, (KB).- Drs. H. Agus Hermawanto M.Pd, terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia (APSI) Kabupaten Lebak periode 2018-2023 pada Muskab II APSI Lebak, yang digelar di Gedung PGRI, Rangkasbitung, Selasa (20/3/2018). Agus yang merupakan pengawas SLTP Dikbud Lebak yang juga ditetapkan sebagai ketua dewan formatur berhasil meraup suara terbanyak dari peserta Muskab yang terdiri dari pengawas TK, SD, SMP, SMA/K, dan PLB, serta Kelompok kerja pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama.

Muskab APSI II yang juga dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Banten, yang juga selaku Badan Arkeditasi Provinsi Banten, Prof. DR. HM. Romli, dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati Lebak, Ino S. Rawita. Dalam sambutannya, Pjs Bupati Ino mengingatkan pentingnya peran dan fungsi pengawas dalam memajukan dunia pendidikan. Khususnya dalam peningkatan kapasitas guru sekolah. ”Saya mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap agar APSI dapat mengembalikan dan meningkatkan martabat pengawas sesuai dengan peran dan fungsinya,” kata Ino.

Ino mengatakan, pendidikan di Kabupaten Lebak harus bermutu, agar tumbuh anak bangsa yang cerdas, berbudi luhur, beriman dan bertakwa dan mampu bersaing serta mampu membangun diri dan bangsanya seiring dengan berbagai tantangan di era keterbukaan ini.

“Di era keterbukaan ini menempatkan masyarakat dan anak didik pada berbagai pilihan informasi dimana serbuan informasi-informasi itu bukan tidak mungkin akan menggoyahkan nilai-nilai luhur budaya kita. Hal itu perlu diwaspadai para pelaku pendidikan yang berada di garda terdepan baik itu guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dinas pendidikan dan masyarakat yang peduli terhadap mutu pendidikan termasuk orangtua yang harus mampu membekali anaknya dengan nilai-nilai luhur, kemampuan dan watak yang berakar pada budaya bangsa,” ujarnya.

Ino yang merupakan mantan pendidik itu mengisahkan, betapa hormat dan segannya para guru dan kepala sekolah pada pengawas, terlebih saat melakukan tugas pengawasan ke sekolah. ”Di zaman saya dulu, penghormatan pada pengawas sangat luar biasa. Kami para guru dan kepala sekolah pasti akan melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan pengawas. Kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan pengawas. Saya optimistis, APSI akan mampu mengembalikan citra dan martabat pengawas,” ujarnya.

Ketua panitia Muskab, H. Aceng Suryana, S.Pd MM, menyatakan, APSI terlahir sebagai organisasi profesi terbaru di dunia pendidikan yang dibidangi oleh dua kekuatan yaitu pengawas sekolah dan pengawas madrasah dengan mengusung misi meningkatkan kompetensi, memfasilitasi pengawas, membangun jatidiri, serta menjadi garda terdepan dalam penjaminan mutu dan peningkatan mutu pendidikan. ”APSI yang lahir tahun 2002 di Denpasar Bali, merupakan wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi pengawas dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dan memberi lisensi bagi rekrutmen calon pengawas sekolah/Madrasah,” kata H. Aceng. (ND)***


Sekilas Info

Seba Baduy Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

BEBERAPA jam sebelum Seba Baduy digelar di Pendopo Pemkab Lebak, warga ramai berbondong-bondong memenuhi Alun-alun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *