Agen TKI Ilegal Luput dari Pantauan Pemkab Serang

SERANG, (KB).- Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, bahwa agen tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang beroperasi di wilayahnya luput dari pantauan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang. Hal tersebut diakui juga sebagai kelalaian Disnakertrans, karena keterbatasan yang ada di dinas tersebut.

“Banyak perusahaan (penyalur TKI ilegal) yang beroperasi sampai ke desa luput dari pantauan Disnakertrans. Celakanya masyarakat mau diimingi dengan janji-janji itu. Mereka (perusahaan penyalur) ini ada agen-agennya di lapangan, kantornya di Jakarta, calo-calonya ini gentayangan, karena setiap TKI yang dikirim ada bonus ke mereka (calo). Itu luput dari pantauan Disnaker kami. Harus kami tindak tegas perusahannya,” katanya saat ditemui seusai sidang paripurna di DPRD Kabupaten Serang, Jumat (24/8/2018).

Menurut dia, hal tersebut bisa dikatakan kelalaian Disnakertrans, karena tidak bisa memantau seluruhnya, namun itu juga tidak bisa dikatakan kesalahan Disnakertrans 100 persen, karena Disnakertrans memiliki keterbatasan.

“Kalau dibilang kesalahan itu susah, bukan 100 persen kesalahan Disnaker juga. Tapi, kalau dikatakan Disnaker lalai betul juga, karena tidak bisa memantau semuanya. Tapi, perlu dipahami juga, bahwa tangan Disnaker juga terbatas,” ujarnya.

Oleh karena itu, ucap dia, selain Disnakertrans, pihaknya juga meminta camat dan kades untuk memantau dan melaporkan pergerakan calo-calo TKI ilegal tersebut. Ini untuk meminimalisir kasus TKI bermasalah. Diperintahkan ke Disnakertrans, camat, dan kades, untuk memantau setiap perusahaan penyalur TKI yang beroperasi di Kabupaten Serang. “Itu agar mereka dalam pantauan dan pengawasan dari pemda melalui Disnakertrans,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, banyak perusahaan penyalur yang tidak terdaftar secara resmi di Disnakertrans Kabupaten Serang, tetapi ketika terjadi masalah mereka lepas tangan. Namun, terlepas apakah TKI yang bermasalah tersebut, legal atau tidak legal, karena mereka masyarakat Kabupaten Serang, maka otomatis pemkab wajib untuk melindungi mereka.

Terkait kasus kematian Rosmawati TKI asal Ciruas, dia menuturkan, pihaknya juga telah menugaskan Disnakertrans, untuk menelusuri perusahaan yang memberangkatkan dan segera mengupayakan pemulangan jenazahnya ke tanah air. “Saya tugaskan Disnakertrans, untuk menelusuri siapa perusahaannya dan diusahakan jenazahnya harus dipulangkan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, R Setiawan kesulitan mengatasi TKI yang berangkat secara ilegal. Hal tersebut, dikarenakan secara administrasi data TKI ilegal tersebut, sulit terdeteksi. Selama ini, setiap tahun, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait prosedur yang benar untuk bekerja sebagai TKI.

Sosialisasi fokus dilaksanakan di empat kecamatan di Serang Utara. “Tapi, memang yang namanya (TKI) ilegal itu susah diawasi, datanya juga gak ada, jadi susah kedeteksi. Kami juga padahal selalu sosialisasikan prosedur yang benar,” ucapnya.

Upayakan pemulangan jenazah

Terkait kasus yang menimpa Rosmawati yang meninggal di Suriah, dia memastikan, akan segara membantu pemulangan jenazahnya. “Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, dengan BP3TKI, kami tetap berupaya untuk mengembalikan ke Serang,” tuturnya.

Selain itu, dia segera memanggil seluruh sponsor TKI yang berdomisili di Serang yang jumlahnya di atas 28 sponsor. Pemanggilan tersebut dilakukan, untuk meminimalisir kasus TKI berangkat secara ilegal. “(Kalau terbukti memberangkatkan TKI secara ilegal) akan ada pencabutan izin, tapi memang dari Disnakertrans Provinsi Banten,” katanya.

Baca Juga: TKI Meninggal di Suriah, Sponsor diminta Bertanggungjawab Pulangkan Jenazah

Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Ugun Gumilar menambahkan, pihaknya sudah mencoba berkomunikasi terkait pemulangan jenazah Rosmawati. Dari hasil komunikasi tersebut, pihak agen bersedia membantu memulangkan jenazah sampai ke Serang.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah ada kabar baik, tapi memang proses di Timur Tengah apalagi di Suriah prosesnya agak lama, karena harus ke Libanon dulu. Jadi, kami tidak bisa memastikan (berapa lama proses pemulangan jenazah Rosmawati),” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here