Selasa, 22 Januari 2019

AGAMA SEBAGAI SANDARAN HIDUP

Agama, bagi orang yang memeluknya secara benar akan berfungsi memperkuat keyakinan dan keteguhan sikap, memperdalam perasaan, memperluas orientasi bukan hanya hubungan horizontal di dunia (dengan sesama manusia/ haqq al adami) tetapi juga hubungan vertikal dunia dan akhirat (hubungan dengan Allah/ haqqullah). Keyakinan kebenaran agama memberikan kekuatan yang dahsyat bagi orang yang taat saat ia harus menghadapi pilihan yang sulit. Antara mengorbankan orang lain dan mengorbankan diri sendiri. Antara kaya tidak terhormat dan miskin terhormat, atau bahkan antara hidup dan mati.

Dengan agama, manusia sangat berpotensi untuk mengetahui kebaikan dan kejahatan karena manusia dilengkapi akal oleh Tuhan untuk berfikir, dianugerahi  hati untuk memahami, diberi nurani untuk introspeksi dan diberi syahwat untuk menggerakkan tingkah laku. Prilaku manusia adakalanya dikendalikan oleh pikirannya, disaat yang lain disetir oleh hatinya dan disaat yang lain pula dikuasai oleh syahwatnya .

Dalam Al Qur’an di jelaskan, ketika Nabi Adam diturunkan di muka bumi, maka sejak itu pula Allah menetapkan bahwa hubungan antar manusia akan diwarnai oleh permusuhan antara yang satu dengan yang lainnya sebagaimana firman Allah QS. Al Baqarah 36: “Lalu, setan memerdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.” begitu juga dalam Al Qur’an juga di jelaskan berbagai aktivitas setan dalam menjerumuskan manusia, seperti menggelincirkan, menakut-nakuti dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat jahat QS. Al Baqarah 268: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” Setan juga membisiki manusia dengan kesesatkan QS. Al Maidah 91: “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” dan masih banyak lagi tipu daya setan berupa sifat-sifat jahat lainnya.

Pada bagian yang lain Al Qur’an juga menjelaskan bahwa ke-mubaziran/ boros, meminum minuman keras, keras hati, ini semua merupakan media yang sangat efektif bagi setan untuk mencari celah dalam menjerat manusia. Hal inilah yang menyebabkan manusia sering merasakan keindahan dan kepuasan hati dalam berbuat kejahatan. setan menipu perasaan dan membelokkan cara berpikir manusia, kendaraan setan dalam mengakses psikologi manusia adalah syahwat dan hawa nafsu.

Syahwat adalah kecenderungan jiwa kepada apa yang dikehendaki, syahwat bersifat netral dan universal. Menurut Al Qur’an, manusia pada dasarnya menyukai lawan jenis (seksual), anak-anak (sebagai kebanggaan), harta kekayaan, benda berharga (kebanggaan, kenyamanan, kesenangan), binatang ternak (kesenangan, kemanfaatan), dan sawah ladang (kesenangan, kemanfaatan) sebagaimana penjelasan Al Qur’an QS Al imran 14: “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Ketika syahwat itu dicapai secara halal, maka ia merupakan aktualisasi fitrah yang benar. Tetapi ketika berusaha mencapai secara tidak benar, maka ia merupakan perwujudan dari hasil hawa nafsu. Yaitu kecenderungan manusia kepada syahwat yang berujung terhadap perbuatan maksiat.

Dosa pertama dalam sejarah peradaban manusia adalah dosa “takabbur/  kesombongan/ superior atau merasa lebih baik dari yang lain” kepada sesama makhluk Tuhan. Dosa ini terjadi saat iblis diminta oleh Allah agar bersujud menghormati Nabi Adam sebagai manusia, tetapi iblis merasa berkeberatan karena dirinya merasa lebih baik dari Adam (manusia). QS. Shad ayat 75-76: “(Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?. QS. Shad 76: “(Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Dosa kedua yang terjadi dalam sejarah adalah “dosa tamak dan buruk sangka” kepada Allah. Dosa ini ditanamkan iblis saat merayu Nabi Adam dan Ibunda sayyidatuna Hawa agar  bersedia memakan buah khuldi Agar kehidupan mereka menjadi nikmat, bahagia dan abadi. Iblis menanamkan sifat tamak dan rakus pada kehidupan duniawi.

Dosa ketiga yang terjadi pada manusia adalah “dosa dengki dan iri hati” kepada sesama manusia. Dosa ini dibisikkan iblis kedalam hati kedua putra Nabi Adam yaitu Qobil dan Habil, saat keduanya membuat korban untuk Allah swt. Akan tetapi dari dua korban tersebut yang di terima adalah kurban Habil sedang kurban Qobil di tolak oleh Allah swt. Dari kejadian ini muncul sifat iri dan dengki yang mengakibatkan terbunuhnya Habil oleh saudaranya sendiri (Qabil).

Demikian gambaran Al Qur’an terhadap prilaku manusia  baik itu yang bermotif baik maupun jahat, semuanya kembali kepada pelakunya sendiri, karena secara fitrah manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, hanya saja dalam perjalanan hidupnya banyak yang tidak kuat untuk menahan godaan dan bujuk rayu yang semu, maka sebagai orang yang beragama dan  mempunyai sandaran hidup sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersandar terhadap petunjuk yang diberikan oleh Tuhan. Wallahu ‘alam bisshawab (Kholid Ma’mun / Pengajar Di Ponpes Modern Daar El Istiqomah Kota Serang, Pengurus FSPP Kota Serang dan Pengurus MUI Provinsi Banten)*


Sekilas Info

Dukung Kerja TGPF Kasus Novel Baswedan

Oleh : Rizal Arifin Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *