ADD Belum Cair, Kepala Desa Terpaksa Ngutang

SERANG, (KB).- Sejak Januari sampai sekarang Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Serang belum cair. Selain berimbas pada tertundanya pembayaran gaji perangkat desa, hal itu juga menghambat pelayanan di desa karena biaya operasionalnya tidak ada. Kondisi tersebut membuat kepala desa terpaksa berutang agar pelayanan tetap berjalan.

Kepala Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka Ojat Darojat mengatakan, sudah hampir empat bulan dana desanya belum turun. Padahal ADD tersebut penting untuk keperluan honor pegawai dan juga operasional desa. ”Siltap honor dan operasional ini yang penting. Karena kan kasian RT, RK, BPD sudah empat bulan belum digaji,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (3/4/2018).

Menurut Ojat, adanya keterlambatan pencairan ADD tentu mengganggu pelayanan di desa. Sebab dalam proses pelayanan ada banyak hal yang harus dibeli. Meski demikian, dirinya tetap mengupayakan agar pelayanan terus berjalan seperti biasa. ”Seperti tinta kan harus dibeli. Tapi kepala desa mah bisa saja ngutang, yang penting pelayanan tidak terganggu karena keterlambatan transfer ke kas desa,” katanya.

Ojat mengatakan, desanya mendapat alokasi anggaran 2018 mencapai Rp 1,2 miliar. Anggaran itu di antaranya untuk membayar honor perangkat desa mulai dari kepala desa hingga staf. Besarannya untuk kepala desa Rp 3 juta termasuk tunjangan, dan perangkat desa Rp 1,7 juta, serta BPD Rp 700.000. ”Kalau staf desa ada 9, dan kita ada staf biasa juga utuk bersih-bersih,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pada 2017 pencairan ADD juga mengalami keterlambatan, namun tidak seperti sekarang hingga April belum cair. ”Tahun kemarin kita di awal Maret sudah cair. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dicairkan seluruh desanya,” katanya.

Ojat mengatakan, pihaknya juga sudah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana sebelumnya. ”Kemarin arahan dari pemdes itu sudah di BKD dan di bendahara atau sudah bisa dicairkan. Artinya, ketika pengajuan dari desa sudah masuk mungkin nanti akan ditransfer ke masing-masing rekening desa,” tuturnya.

Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahman mengatakan, dana desanya juga belum cair. ”Entah problemnya apa saya kurang paham yah, apakah memang menunggu serempak beberapa desa yang belum masuk laporannya atau seperti apa,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika menunggu laporan, untuk desanya bahkan Kecamatan Kramatwatu saat ini sudah semuanya melakukan pengajuan. Bahkan camat sudah membuat surat elektronik ke pemdes. Adanya keterlambatan tersebut, tak bisa dipungkiri mengganggu pelayanan di desanya. Gangguan yang terjadi lebih kepada psikologis staf desa. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here