Selasa, 11 Desember 2018

ADD Belum Cair, 3 Bulan Perangkat Desa Belum Digaji

SERANG, (KB).- Perangkat desa di Kabupaten Serang belum mendapatkan gaji sejak Januari-Maret 2018. Hal itu terjadi karena alokasi dana desa (ADD) yang biasa digunakan untuk membayar gaji perangkat desa sampai sekarang belum disalurkan.

Kepala Desa Domas, Kecamatan Pontang Dendi Kurnia Ardiansyah mengatakan, anggaran dana desa tahap pertama yang digunakan untuk membayar gaji perangkat desa seharusnya sudah ditransfer ke kas desa pada Januari. Namun ternyata sudah masuk tiga bulan ADD tahap pertama tersebut belum juga keluar. ”Jadi perangkat desa sudah tiga bulan belum gajian,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (13/3/2018).

Dendi menuturkan, perangkat desa tersebut biasanya per bulan menerima gaji Rp 1,6 juta per orang. Total anggaran yang diterima biasanya Rp 300 juta. Namun karena belum ada kepastian ADD tersebut kapan akan diberikannya ke kas desa, dirinya terpaksa mengeluarkan uang pribadinya untuk membayar sementara gaji perangkat desanya selama satu bulan. ”Biar semangat terus bekerjanya. Kan kasihan, karena mereka juga banyak kebutuhan,” katanya.

Dirinya sudah menanyakan masalah tersebut kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang. Berdasarkan informasi yang didapatkannya, saat ini dana tersebut sebenarnya sudah ada. Hanya saja masih melakukan verifikasi. ”Saya cuma kasihan sama mereka (perangkat desa), pada belum bayar motor, ditagih leasing terus,” ucapnya.

Padahal, kata dia, selama ini ADD yang disalurkan itu selama ini tidak pernah telat. Selain itu, pihaknya sudah menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa sebelumnya ke DPMD. ”Awal tahun sudah selesai laporannya. Karena sebelum diserahkan, laporan itu dicek dulu sama pihak kecamatan dan tidak ada masalah,” tuturnya.

Selain berharap gaji segera dibayarkan, dirinya berharap gaji perangkat desa bisa lebih ditingkatkan. Sebab, jika menilik kebutuhan, gaji yang diterima oleh mereka masih belum memadai dan menutupi kebutuhan sehari-harinya. ”Di Domas itu semuanya ada tujuh orang, ya kalau pun engga UMR minimal bisa Rp 2-3 juta. Karena untuk kebutuhan dasar saja itu belum cukup, misal untuk beli beras, jajan anak, transportnya, belum lainnya,” katanya.

Ketua Apdesi Kabupaten Serang M. Santibi mengatakan, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Desa Domas, namun di beberapa desa lainnya juga. Belum turunnya anggaran dana desa itu dikarenakan masih ada laporan di beberapa kecamatan yang belum selesai. ”Kalau di Jawilan mah sudah selesai, tapi kecamatan lain ada yang belum. Terus juga regulasi ada yang baru dari pusat. Mudah-mudahan sih cepat turun kasihan soalnya,” ujarnya.

Harus segera mengusulkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Abdullah, membenarkan belum turunnya anggaran untuk gaji perangkat desa tersebut. Sebab menurut dia, sampai saat ini desa tersebut masih belum mengusulkan anggaran untuk gaji perangkat desanya. ”Karena itu harus mengusulkan, dan semuanya juga pada belum,” ucapnya.

Selain itu, beberapa desa hingga saat ini juga masih ada yang belum menyelesaikan laporan penggunaan ADD tahun sebelumnya. Sedangkan untuk usulan gaji perangkat desa, dirinya mengimbau agar kepala desa berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan segera menyampaikan usulan gaji tersebut. ”Itu kan anggaran APBD jadi harus diusulkan,” tuturnya. (DN)***


Sekilas Info

Penyertaan Modal Bank Banten Terancam Jadi Silpa

SERANG, (KB).- Penyertaan modal untuk PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten Tbk (Bank Banten) terancam menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *