Senin, 20 Agustus 2018

Absurditas Data Ketersediaan Beras, Klaim Pencapaian Produksi tak Sebanding Fakta Lapangan

SEJAK sepekan belakangan ini, sebagian besar masyarakat di Indonesia, termasuk di kabupaten harus menghadapi kenyataan melambungnya harga beras di pasaran akibat terjadinya pengurangan pasokan pada pedagang di mulai dari sentra perdagangan beras hingga di pasar-pasar tradisional. Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, para pedagang terpaksa harus mendatangkan beras dari sejumlah wilayah di Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Rangkasbitung, Hendra menyatakan, untuk memenuhi persediaan beras dagangannya, pihaknya terpaksa mendatangkan beras dari berbagai daerah seperti dari Cianjur, Subang, Indramayu, dan Karawang Provinsi Jawa Barat. ”Selama beberapa pekan terakhir pasokan beras lokal menghilang sehubungan tibanya musim tanam juga curah hujan relatif tinggi. Untuk memenuhi persediaan, kami mendatangkan beras dari Indramayu sebanyak lima ton,” kata Hendra.

Meskipun fakta di lapangan menunjukkan kurangnya pasokan beras yang berimbas pada kenaikan harga, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengklaim produksi beras di Kabupaten Lebak tahun 2017 surplus selama 13 bulan ke depan atau mencapai 157.118 ton dengan areal tanam seluas 110.034 hektare.
“Produksi beras sebanyak 157.118 ton itu mencukupi kebutuhan pangan hingga awal 2019 yang akan datang,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna di Rangkasbitung, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, saat ini petani di berbagai daerah di Kabupaten Lebak mulai memasuki masa panen padi dan diperkirakan berlanjut hingga Maret mendatang. Selain itu juga, pihaknya menginstruksikan kepada petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Distanbun kecamatan, petugas penyuluh lapangan (PPL), kelompok tani dan stakeholder agar melaksanakan gerakan percepatan tanam guna mendongkrak produksi pangan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat, produksi beras dari Januari sampai Desember 2017 mencapai 300.841 ton. Untuk kebutuhan konsumsi beras bagi warga Kabupaten Lebak yang berpenduduk 1,2 juta jiwa itu sekitar 11.977 ton per bulan atau 143.724 ton per tahun dengan rata-rata per kapita sebanyak 134 kilogram. Karena itu, produksi beras di Lebak surplus sekitar 157.118 ton dan aman hingga 13 bulan ke depan. “Kami menjamin persediaan beras lokal tidak ada masalah karena surplus sampai 2019,” tuturnya menjelaskan.

Ketua Kelompok Tani Suka Bunga Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan, saat ini petani di wilayahnya mulai panen dari tanam Oktober 2017. Namun, petani belum bisa menggiling beras akibat curah hujan cenderung tinggi. Kebanyakan petani di sini tidak memiliki alat pengering padi sehingga terpaksa menjemur gabah di lahan lapang maupun halaman rumah.
“Kami panen padi ini bisa menghasilkan produksi sekitar 30 ton per bulan dan bisa memenuhi permintaan Pasar Rangkasbitung,” tuturnya.

Klaim Distanbun akan kecukupan beras, serta pengakuan ketua Gapoktan yang mampu memenuhi pernintaan pasar, tidak hanya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Tetapi juga berbeda dengan data ketersediaan beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Lebak-Pandeglang.
Kepala Sub Divre Bulog Lebak-Pandeglang, Sarjaka menjelaskan, untuk mengamankan persediaan beras di Lebak dan Pandeglang, pihaknya terpaksa mendatangkan beras MOP dari DKI Jakarta dan Jawa Barat sebanyak 4.500 ton,yang terdiri dari beras Jawa Barat sebanyak 500 ton, dan beras dari DKI Jakarta 4.000 ton.

Jika data dan klaim Distanbun tentang surplus beras benar, dan pengakuan ketua Gapoktan sesuai kenyataan, seharusnya Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang yang telah mengikat kerja sama pembelian beras petani di kedua daerah itu tidak perlu mendatangkan beras dari DKI dan Jabar. Selain itu, pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Lebak tak perlu lagi menjerit kekurangan pasokan beras lokal. (Nana Djumhana)***


Sekilas Info

Ribuan Lansia Dapat Bantuan Jaminan Hidup

USIA tua merupakan sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh sebagian manusia yang diberikan usia panjang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *