Rabu, 26 September 2018

ABG Kembar Jadi Korban Dukun Cabul

Petugas Subdit IV Rekanata Ditreskrimum Polda Banten membekuk seorang dukun berinisial SM (48) asal Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Kamis (22/2/2018). Dukun cabul itu ditangkap atas laporan keluarga korban berinisial MS (16) dan PH (16), yang masih remaja atau anak baru gede (ABG). Kedua ABG tersebut disetubuhi tersangka saat menjalani pengobatan gejala stres. Akibat persetubuhan tersebut, seorang korban, MS hamil dan melahirkan bayi perempuan.

Kasubdit VI Rekanata Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irwansyah menjelaskan, kasus persetubuhan terhadap gadis di bawah umur tersebut terjadi pada Juli 2015 hingga Desember 2016. Kedua korban yang merupakan warga Kalideres, Jakarta Barat tersebut, mendatangi rumah tersangka yang sudah dikenal sebagai dukun yang mampu mengobati segala macam penyakit. “Persetubuhan terjadi ketika korban masih duduk di kelas 1 SMA. Tersangka ini dikenal mampu mengobati segala macam penyakit,” ujar Irwansyah kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Ia mengatakan, persetubuhan terhadap korban dilakukan secara bergiliran, tanpa sepengetahuan ibu korban. Ibu korban mempercayakan sepenuhnya metode pengobatan yang dilakukan tersangka kepada anaknya. Termasuk, saat harus menjalani pengobatan di dalam kamar hotel di daerah Royal, Kota Serang.
“Kamar pertama ditempati MS dan ibunya, sedangkan kamar kedua diisi pelaku dan PH. Di kamar itu, pelaku melakukan persetubuhan dengan modus mengobati korban. Setelah selesai, dia berpindah kamar. Sedangkan ibunya, diminta menemani MS yang sudah disetubuhinya. Di kamar itu, pelaku kembali melakukan pencabulan terhadap PH,” kata Irwansyah.

Menurut Irwansyah, kasus pencabulan itu tidak hanya dilakukan satu kali. Dari pengakuan korban dan tersangka, persetubuhan itu sudah dilakukan lebih dari sembilan kali. Korban diancam jika tidak menuruti kemauan pelaku, penyakit gangguan kejiwaannya akan kambuh. “Pelaku melakukan persetubuhan paling banyak dengan MS lebih dari 9 kali. Bahkan korban MS ini sampai hamil dan sekarang sudah melahirkan seorang anak perempuan,” ujar Irwansyah.

Ia menuturkan, kasus tersebut baru dilaporkan ke Polda Banten pada April 2017. Lamanya penyelesaian kasus tersebut karena pihaknya menunggu hasil DNA anak yang dilahirkan oleh korbannya yang dikeluarkan oleh Laboratorium Mabes Polri. “2017 korban hamil dan pada bulan April 2017 korban menceritakan apa yang dilakukan oleh pelaku. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian itu ke Polda Banten. Kasus ini sedikit terlambat karena kita menunggu hasil tes DNA dan hasilnya anak tersebut identik dengan pelaku,” ucap Irwansyah.

Setelah mendapat alat bukti berupa hasil DNA, pakaian korban, dan pemeriksaan terhadap korban, petugas langsung menangkap tersangka di rumahnya di daerah Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. “Kami amankan semalam sekitar pukul 20.00 di rumahnya,” tuturnya. Sementara itu, tersangka SM mengakui telah menyetubuhi kedua korban. Namun, dia membantah persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar paksaan. Ia berdalih melakukan hubungan layaknya suami tersebut karena suka sama suka.

“Gak pernah ngancam, suka sama suka. Saya sudah 10 tahun mengobati orang, tapi nggak buka praktik. Kalau ada yang minta tolong baru saya obati,” tutur pria dengan dua istri dan empat anak ini. Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di Rutan Polda Banten. Mekanik bengkel di salah satu pabrik ini dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (Fahmi Sa’i)***


Sekilas Info

HUT ke-492 Kabupaten Serang, Pemkab Serang Akan Pamerkan Inovasi di Pasar Rakyat

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana memamerkan puluhan inovasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *