Senin, 23 Juli 2018

930 Randis Dipasang Logo Pemprov Banten

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan memulai memasang logo pada kendaraan dinas (randis) yang digunakan pejabat eselon III dan operasional lainnya. Labelisasi randis tersebut dilakukan dalam upaya penertiban aset. Informasi yang diperoleh, ada 930 randis roda empat di seluruh OPD di Lingkungan Pemprov Banten yang akan dilabelisasi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Nandy Mulya S mengatakan, berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), diketahui ada 16 randis yang hilang, 71 kuasai pihak ketiga, dan 102 tidak diketahui keberadaannya. Kini, tersisa 37 randis yang masih ditelusuri

“Oleh karena itu, labelisasi kendaraan (dinas), adalah bentuk pengamanan aset yang sudah tercatat harus dilakukan dengan baik,” katanya, seusai rapat teknis pelaksanaan labelisasi randis di Aula BPKAD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (12/4/2018).

Ia menuturkan, labelisasi randis sesuai instruksi gubernur. Labelisasi dimaksudkan untuk memberi tanda, bahwa kendaraan tersebut, milik pemprov dan dapat diketahui berasal dari OPD mana. “Tentunya juga untuk pengamanan aset daerah,” tuturnya.

Ia mengatakan, labelisasi tersebut untuk randis eselon III dan operasional di seluruh OPD hingga UPT di Lingkungan Pemprov Banten. Proses labelisasi diberi waktu selama 90 hari. Sedangkan, pelaksanaan labelisasi dilakukan di masing-masing OPD dan kantor UPT, karena dinilai lebih efektif dan efisien.

“Target 90 hari, selesai di pertengahan Juni. Yang wajib dilabel (randis) eselon III dan kendaraan operasional. Untuk kendaraan eselon II dan I, kemudian gubernur dan wakil gubernur tidak diatur. Namun, untuk eselon II dan lainnya harus pelat merah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desain labelisasi sudah diatur dengan standar yang sudah ditentukan dalam SK Gubernur Banten. “Standarnya SK gubernur. (Sudah diatur) besarnya logo, besarnya tulisan. Tulisan seperti apa, apakah BPKAD dipanjangkan dan di bawah ada tulisan lagi Provinsi Banten. Berikut dengan warnanya juga. Nanti pelaksanaannya tidak hanya pengecatan, tapi juga dipernis, supaya kuat dan awet,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan, jadwal labelisasi harus diatur dengan sangat teliti, agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pihak ketiga juga harus aktif bergerak mendatangi lokasi labelisasi yang sudah ditetapkan masing-masing OPD.

“Jadwal untuk diperhatikan, terutama OPD yang memang kegiatan operasionalnya sering banyak keluar. Intinya jangan mengganggu operasional OPD kepada masyarakat. Saya tidak mau ada kejadian, bahwa pelayanan tertunda, karena kendaraan sedang dilabelisasi,” katanya.

Kepala Bidang Aset Daerah pada BPKAD Provinsi Banten, Ajat Sudrajat mengatakan, agar pelaksanaan labelisasi bisa berjalan dengan lancar di masing-masing OPD sudah ditunjuk penanggung jawab. “Penanggung jawab ini akan memfasilitasi proses labelisasi. Dengan demikian, labelisasi randis bisa berjalan dengan terorganisasi,” ujarnya. (RI)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *